Bensin Oktan Tinggi Bikin Oli Cepat Habis?
- by Ernawati Wardaningsih
- Editor Indah Wulandari
- 24 Des 2025
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Banyak pemilik mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang beranggapan bahwa menggunakan bensin dengan oktan tinggi seperti RON 95 atau RON 98 dapat membuat oli mesin lebih cepat menguap atau berkurang. Benarkah demikian? Sebelum memastikan, mari kita pahami dulu bagaimana peran nilai oktan dan cara kerja oli dalam mesin mobil berteknologi modern.
Nilai oktan adalah ukuran ketahanan bensin terhadap knocking (detonasi dini di dalam ruang bakar). Semakin tinggi angka oktan, semakin bagus bensin dalam menahan gejala knocking yang terjadi pada mesin berperforma tinggi atau mesin dengan kompresi besar. LCGC umumnya memiliki mesin berkompresi sedang dan secara rekomendasi pabrikan, sebagian besar cukup menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan 90–92.
Beberapa pengendara mengeluhkan bahwa setelah menggunakan bensin oktan tinggi pada LCGC, oli mesin terasa lebih cepat berkurang. Hal ini biasanya dianggap sebagai efek samping dari bahan bakar beroktan tinggi. Namun, dari sisi teknis tidak ada hubungan langsung antara nilai oktan dan penguapan oli. Pertama penguapan oli dipengaruhi oleh suhu kerja mesin, kualitas oli, kondisi ring piston, PCV valve, dan umur mesin. Kedua oktan yang lebih tinggi tidak mengubah suhu kerja mesin secara signifikan pada mobil LCGC yang masih dalam kondisi normal dan sehat.
Faktanya dalam kondisi mesin yang ideal, bensin dengan oktan lebih tinggi dapat menghasilkan pembakaran lebih sempurna dan membantu:
Mengurangi residu karbon
Menurunkan potensi knocking
Menjaga kebersihan ruang bakar
Mengurangi stres pada piston dan ring piston.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia menambahkan oli mesin cepat berkurang itu dipengaruhi oleh kualitas dan jenis oli mesin yang digunakan dan performa sistem pendinginan mobil Anda. Memang benar ada harga, ada barang dimana oli dengan harga yang murah cenderung akan memiliki penguapan yang lebih tinggi.
Tingkat viskositas oli mesin pada mobil LCGC mayoritas adalah 0w-20 dimana oli ini tergolong sangat encer secara otomatis akan memiliki penguapan yang lebih tinggi. Disarankan untuk menggunakan oli dengan viskositas yang lebih kental sedikit yaitu viskositas 5w-30 agar pelumasan lebih baik dan tingkat penguapan oli tidak terlalu tinggi, namun tidak mengorbankan performa mobil secara signifikan.
Selain memilih oli dengan viskositas yang tepat yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah komponen pendinginan mobil, dimana mobil LCGC mayoritas memiliki radiator yang cenderung cukup kecil. Oleh karena itu Anda harus mengoptimalkan kinerja komponen pendingin mesin salah satunya adalah menggunakan coolant dengan kualitas baik untuk menjaga suhu mesin agar tidak terlalu tinggi.
(Ihsan Ramadhana)