Tenaga Hybrid Hilang Saat Nanjak? Wajib Tahu

KBRN, Surakarta: Mobil hybrid dikenal irit, senyap, dan responsif, namun bukan berarti bebas dari masalah. Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah tenaga mobil terasa berat saat melintasi tanjakan, terutama pada rute pegunungan atau flyover panjang. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut pembahasan lengkapnya untuk Anda.

Sebelum mencari penyebab, penting memahami bagaimana mobil hybrid bekerja. Umumnya, mobil hybrid mengandalkan kombinasi:

  1. Mesin bensin (ICE) untuk tenaga utama saat kecepatan tinggi atau beban berat

  2. Motor listrik untuk akselerasi awal dan efisiensi

  3. Baterai hybrid sebagai penyimpan energi

Saat menanjak, beban kendaraan meningkat drastis sehingga sistem otomatis memprioritaskan mesin bensin. Bila salah satu komponen bekerja kurang optimal, performa pun akan terasa menurun.

Ketika baterai hybrid hampir habis, motor listrik tidak dapat memberikan dorongan maksimal. Mobil pun harus mengandalkan mesin bensin sepenuhnya, membuat tenaga terasa kurang terutama pada tanjakan panjang.

Beberapa pengemudi terkadang lupa untuk mengaktifkan Power Mode / Sport Mode yang sebenarnya dibuat untuk kondisi tanjakan. Jika tetap menggunakan Eco Mode, respons motor dan mesin akan terasa lambat. Selain itu aliran udara yang tidak optimal membuat mesin bensin kehilangan performa.

Pada tanjakan, efeknya akan lebih terasa karena mesin butuh udara lebih banyak untuk menghasilkan tenaga. Motor listrik penggerak dapat menurun performanya jika terdapat masalah pada inverter, sistem pendingin motor, atau usia komponen yang sudah melemah.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat sebagian besar kasus mobil hybrid yang kurang bertenaga saat melintas di jalan menanjak disebabkan oleh kinerja mesin yang kurang optimal. Hal yang harus dilakukan agar mesin kembali optimal adalah dengan melakukan carbon cleaning, injector cleaning, dan melakukan pengecekan komponen transmisi.

Pengecekan komponen transmisi perlu dilakukan sebab sebagian besar mobil hybrid memiliki transmisi matic. Transmisi matic memiliki oli yang memiliki umur pakai yang cukup panjang, tak jarang banyak pengemudi yang lupa untuk melakukan pergantian oli nya. Disarankan rutin melakukan penggantian oli transmisi mengikuti spesifikasi oli yang digunakan, mayoritas oli transmisi memiliki siklus 20.000 km dan apabila terdapat filter oli nya maka jangan lupa untuk melakukan penggantian rutin filter oli nya.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita