Atma Jaya Yogyakarta Tambah Guru Besar Bidang Teknik Industri

  • by
  • Editor Rosihan Anwar
  • 16 Jan 2026
  • Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mencatatkan capaian akademik dengan mengukuhkan dua guru besar baru dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dan Prof. Dr.Eng. Ir. Ririn Diar Astanti, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.

Prosesi pengukuhan digelar di Gedung Student Center Slamet Rijadi, Yogyakarta pada Selasa, 13 Januari 2026. Dengan dikukuhkan dua guru besar yang baru, kini Program Studi Teknik Industri UAJY memiliki lima guru besar. Sementara total guru besar UAJY sebanyak 23, dengan capaian terbanyak dari Fakultas Teknologi Industri yakni 10 guru besar, lalu 5 guru besar di Prodi Teknik Industri, dan 5 guru besar di Prodi Teknik Informatika.

Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., mengatakan dengan bertambahnya guru besar di bidang Teknik Industri semakin memperkuat posisi Fakultas Teknologi Industri dalam mendukung visi UAJY sebagai perguruan tinggi berakreditasi unggul yang mengedepankan nilai integritas, unggul, inklusif, dan humanis. Harapannya, guru besar mampu menjadi lokomotif keilmuan yang mendorong dosen-dosen muda untuk terus berkarya dan berkontribusi.

Sementara itu, Prof. Parama Kartika Dewa dalam pidato pengukuhannya menyampaikan karya ilmiah berjudul “H

uman-Centric Supply Chain: Paradigma bagi Ketangguhan, Keberlanjutan, dan Keunggulan Operasional”. Prof. Parama menekankan, keberlangsungan rantai pasok tetap harus berjika pada peran manusia dan kesinambungan sistem di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Teknologi memang penting, tetapi manusia tetap menjadi pusat dari pengambilan keputusan.

Supply chain yang kuat bukan hanya yang canggih secara digital, melainkan yang mampu memberdayakan manusia di dalamnya,” ujarnya.

Sedangkan Prof. Ririn Diar Astanti menyampaikan karya ilmiah bertajuk “Metode Klasik dan Teknologi Kontemporer dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Industri Berbasis Data: Refleksi Keilmuan, Arah, dan Tantangan”. Dalam hal ini, ia menyoroti pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan industri.

Prof. Ririn menegaskan, metode klasik Teknik Industri tetap relevan hingga saat ini dan justru semakin kuat ketika dipadukan dengan teknologi berbasis data. Perbedaan pendekatan keilmuan kedua guru besar tersebut, menurut Rektor UAJY, justru menjadi kekuatan bagi pengembangan disiplin Teknik Industri di UAJY.

“Dari pidato pengukuhan yang kita dengarkan tampak jelas karakter keilmuan masing-masing guru besar. Prof. Parama Kartika Dewa menegaskan pentingnya

supply chain yang sederhana namun berkelanjutan, sementara Prof. Ririn Diar Astanti menunjukkan bagaimana data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan industri. Keduanya memperkaya khazanah keilmuan Teknik Industri UAJY,” ucap Nurhartanto.

Rekomendasi Berita