Pengembangan Ekosistem Seni Lewat Prodi Tata Kelola Seni
- by Andriyan Aji Permono
- Editor Mahadevi Pramitha
- 13 Jan 2026
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul: Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam pengembangan ekosistem seni. Salah satunya dengan menciptakan program studi Magister Tata Kelola Seni.
Direktur pascasarjana ISI Yogyakarta, Dr Fortunata Tyasrinestu menyebut, prodi ini menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia. Prodi ini pun dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para praktisi yang telah lama bergelut di bidang seni.
“Prodi ini mendapat respons yang baik dari praktisi seni, yang ingin mendalami lebih lanjut sebenarnya tata kelola seni itu seperti apa? Karena pasti berbeda dengan manajemen ekonomi pada umumnya dan ada kekhasan tersendiri,” ucapnya, Minggu, 11 Januari 2026.
Untuk memudahkan proses perkuliahan, prodi ini juga menyediakan kelas khusus dengan metode pembelajaran hybrid yang menggabungkan perkuliahan secara langsung dan daring. Sehingga, para mahasiswa dapat membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan sehari-hari.
“Kami menyelenggarakan ini (kelas khusu) berdasarkan kebutuhan dari masyarakat. Karena memang diperuntukkan bagi yang ingin membagi waktunya sehingga lebih leluasa,” katanya.
Selain itu, Pascasarjana ISI juga memiliki prodi Seni untuk tingkat Magister dan Doktor. Prodi tersebut telah meraih akreditasi unggul, sehingga menjadi pilihan utama bagi mahasiswa, termasuk para penerima beasiswa dari berbagai skema.
“Jadi memang peminatnya banyak sekali terutama yang mendapat beasiswa,” ujarnya.