Peringati Hakordia 2025, Inspektorat Tetapkan Lima SMP Berintegritas

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Inspektorat mengadakan peringatan puncak acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, di depan Plaza Sriwedari pada Minggu (14/12/2025).

Acara ini dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. Area Car Free Day (CFD) dipilih menjadi puncak peringatan Hakordia 2025, karena Pemkot ingin memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa berani melaporkan segala tindakan yang berhubungan dengan korupsi.

Ditemui dilokasi acara, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani sangat berharap dengan peringatan dan deklarasi antikorupsi yang diadakan Inspektorat, bisa membuktikan Kota Surakarta bebas dengan gratifikasi ataupun KKN.

"Kami berharap dengan adanya komitmen hari ini, kita buktikan bahwa Kota Surakarta di semua sudut ya, nanti bisa bebas gratifikasi layanan mulai dari Kelurahan, Kecamatan, sampai di lingkungan OPD-OPD yang di Balai Kota ya, nanti semua kita serukan untuk integritas komitmen untuk bebas KKN ya, korupsi, kolusi, dan nepotisme," kata Astrid Widayani.

Lebih lanjut, Astrid Widayani juga mengatakan dalam komitmen antikorupsi, Pemerintah Kota mengukuhkan lima SMP berintegritas dan penguatan terhadap lima Kelurahan, untuk bisa menjadi percontohan wujud nyata berintegritas.

"Dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini mengukuhkan ada lima sekolah berintegritas, ada lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) tadi yang sudah ditunjuk. Kemudian juga ada lima Kelurahan yang kita kuatkan lagi integritasnya semuanya, harapannya ini nanti bisa menjadi percontohan, bisa menjadi di wujud nyata, bagaimana konsep berintegritas," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Inspektorat kota Surakarta, Arif Darmawan menekankan agar masyarakat yang mengetahui adanya tindakan korupsi untuk tidak takut melakukan pelaporan demi komitmen bersama kota Surakarta yang bebas dengan tindakan korupsi.

"Pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas Pemerintah saja tapi juga masyarakat. Elemen-elemen masyarakat harus berani untuk melaporkan, mengungkap atau melawan setiap adanya aksi korupsi," ucap Arif Darmawan.

Ditambahkan Arif Darmawan terkait penunjukkan lima SMP berintegritas, selain karena permintaan dari KPK, juga untuk memberikan edukasi sejak dini agar bisa melawan tindakan korupsi.

"Jadi hari ini tadi kita tetapkan sekolah berintegritas, sebagai pembibitan usia paling dini harus berani melawan korupsi, nanti akan diajukan ke KPK dan kita dampingi agar menjadi percontohan sekolah berintegritas tingkat nasional," ucapnya menambahkan.

Lima SMP Negeri yang dinilai berhasil menerapkan nilai-nilai integritas, yaitu SMP Negeri 12 Surakarta dan SMP Negeri 15 Surakarta (Kategori Utama), SMP Negeri 7 Surakarta dan SMP Negeri 27 Surakarta (Kategori Madya), serta SMP Negeri 3 Surakarta (Kategori Pratama). (JK)

Rekomendasi Berita