Gedang Ambon Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga di Keprabon

KBRN, Surakarta: Paguyuban Emak-Emak Pedagang Keprabon atau Gedang Ambon menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga berbasis komunitas di Kota Surakarta. Beranggotakan ibu-ibu rumah tangga, paguyuban ini mengembangkan usaha kuliner sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus ruang pemberdayaan perempuan.


Menurut Rahayu Isnaini, Ketua Gedang Ambon, aktivitas utama Gedang Ambon adalah berjualan makanan dan minuman di kawasan Keprabon yang dilakukan hampir setiap hari. "Dengan sistem bergiliran antar pedagang, kawasan ini tetap hidup dan menjadi destinasi kuliner warga, terutama pada sore hingga malam hari, " katanya.

Tak hanya berjualan, Gedang Ambon juga berfungsi sebagai wadah kebersamaan dan pengelolaan usaha bersama. Para anggota rutin melakukan koordinasi, musyawarah, serta kerja bakti untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan usaha.

"Paguyuban ini mendapat pendampingan dan pelatihan UMKM dari kelurahan Keprabon. Pendampingan dan pelatihan bekerja sama dengan PKK, serta mitra perbankan seperti Bank Raya melalui program cluster unggulan, " ucapnya.

Pelatihan yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan usaha, pencatatan sederhana, serta pemanfaatan transaksi non-tunai melalui QRIS. Pendampingan dilakukan secara langsung agar para pedagang dapat menerapkan sistem keuangan yang lebih tertib dan modern.

Dampak pelatihan tersebut mulai dirasakan para pedagang. Usaha menjadi lebih tertata, transaksi semakin mudah, dan kepercayaan konsumen meningkat. Digitalisasi juga membantu pedagang mengikuti perkembangan pola belanja masyarakat.

Lebih jauh Yayuk mengatakan, keberadaan Gedang Ambon memberi dampak nyata bagi perekonomian keluarga. Penghasilan dari berjualan membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber nafkah.

Dengan semangat gotong royong, Gedang Ambon tidak hanya menggerakkan ekonomi kampung, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam keluarga. Dari kampung, para emak pedagang ini membuktikan diri sebagai penggerak ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. (Wiwik)

Rekomendasi Berita