UMKM Lele Agus Berkembang Berkat Pendampingan Politeknik NSC
- by FARIDA DYAH CHUSNIA, S.Sos
- Editor Abdul Wahab
- 31 Des 2025
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Harga jual ikan lele yang relatif rendah membuat UMKM Lele Agus di Dusun Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk sulit berkembang. UMKM yang dikelola Wulan Febry Istyana ini juga terbatas dalam mengembangkan inovasi produk, dan pemasaran.
"Dulu saya hanya mengandalkan penjualan ke tengkulak, keuntungan kecil dan tidak ada nilai tambah," ujarnya.
Tetapi sekarang UMKM Lele Agus menunjukkan perubahan besar, setelah berhasil mengembangkan produk olahan lele. Selain itu bertransformasi memperluas pasar melalui strategi pemasaran digital. Hal ini terjadi berkat pendampingan teknologi, dan bisnis dari tim Politeknik NSC Surabaya.
Melalui pendampingan selama delapan bulan, UMKM Lele Agus berhasil meluncurkan dua produk olahan baru. Yaitu lele "marinasi" siap goreng dan lele goreng siap saji. Dosen Program Studi Teknologi Komputer, Politeknik NSC Surabaya, Yoga Alif Kurnia Utama, mengatakan bersama dosen akutansi, Yustin Nur Faizah dan dosen manajemen pemasaran internasional, Evada El Ummah Khoiro, berperan sebagai fasilitator teknologi dan bisnis dalam program ini. Mereka menekankan pendampingan bertujuan UMKM dapat berkembang secara mandiri.
"Mendorong UMKM di pedesaan agar mampu memanfaatkan inovasi sederhana, dan literasi digital untuk meningkatkan daya saing," kata Yoga, Rabu (31/12/2025).
Program ini juga mencakup pelatihan manajemen keuangan, perencanaan produksi rutin, hingga penyusunan strategi konten media sosial agar kelanjutan usaha dapat terjaga. Keberhasilan UMKM Lele Agus menunjukkan inovasi produk, dan digitalisasi dapat menjadi kunci penguatan ekonomi masyarakat pedesaan. Transformasi ini diharapkan menjadi model bagi UMKM sektor perikanan lainnya di Nganjuk, dan wilayah Jawa Timur.