Cuma Ngorok Bisa Stroke

RRI.CO.ID, Teminabuan – Berawal dari ngorok kok bisa jadi stroke? Kita sering meremehkan yang namanya ngorok. Mengorok merupakan salah satu gejala dari Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan gangguan tidur yang ditandai oleh tersumbatnya sebagian atau seluruh saluran napas yang menyebabkan menurunnya kadar oksigen

Dr. Ika Devi, Sp.PD, dalam keterangan di akun media sosialnya mengatakan “ngorok atau mendengkur itu sangat berbahaya terutama dimalam hari, ini karena di malam hari tekanan darah cenderung untuk naik dan pada saat kita mendengkur yang terjadi adalah lidah akan tertarik kebelakang, dengan begitu pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang, kemudian pembuluh darah akan kekurangan oksigen dan resiko tekanan darah semakin tinggi. Akibatnya otak yang kekurangan oksigen akan mudah terjadi stroke”.

JIka anda atau pasangan anda yang mudah ngorok atau mendengkur jangan disepelekan. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab mendengkur, seperti posisi tidur tertentu, kelelahan, kelebihan berat badan, efek samping rokok dan alkohol, hingga masalah pernapasan.

Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi mengorok atau dengkuran yaitu dengan mengubah posisi tidur, jika sebelumnya posisi tidur anda terlentang maka ubahlah ke posisi menyamping. Orang dengan Berat badan lebih juga bisa alami tidur ngorok, untuk itu turunkan berat badan menjadi solusi untuk menghilangkan tidur ngorok, jangan lupa terapkan gaya hidup sehat

Jika memang hal ini terjadi secara berulang segera cari bantuan ke dokter terutama dokter THT. Dengan konsultasi medis, dokter akan memberikan solusi yang tepat sehingga Anda lebih bisa mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan terhindar dari stroke.

Rekomendasi Berita