Program Pertukaran Pelajar Kudus, Latih Adaptasi Sejak Dini

RRI.CO.ID, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar program pertukaran pelajar jenjang SD dan SMP sebagai upaya melatih kemampuan adaptasi peserta didik sejak dini. Program tersebut resmi dimulai melalui apel pelepasan di halaman SMP Negeri 1 Kudus, Senin, 19 Januari 2026.

Bupati Kudus Samani Intakoris usai apel pelepasan mengatakan, program pertukaran pelajar ini berlangsung selama sepekan. Ia berharap para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan sosial.

“Melalui pertukaran pelajar, anak-anak dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya sekolah yang berbeda, serta pola pembelajaran yang beragam. Misalnya ada sekolah yang punya program ngaji, ada juga yang unggul dalam olahraga,” tutur Samani.

Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk membentuk sikap toleran, mandiri, dan terbuka terhadap perbedaan. Program ini juga menjadi sarana mengenalkan keragaman praktik pendidikan di sekolah-sekolah Kabupaten Kudus.

Setelah program selesai, Pemkab Kudus akan melakukan evaluasi berkala. Evaluasi tersebut mencakup dampak program terhadap perkembangan akademik, karakter, serta keterampilan sosial peserta didik.

Hasil evaluasi akan dijadikan dasar penyempurnaan program agar ke depan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berharap program ini menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan di Kudus.

Sementara itu, salah satu peserta dari SMP Negeri 2 Gebog kelas VIII, Firman Nur Hakim, mengaku antusias mengikuti program pertukaran pelajar. Ia akan mengikuti pembelajaran di SMP Negeri 1 Gebog selama program berlangsung.

“Setidaknya program ini dapat berjalan antara dua minggu hingga satu bulan, sehingga kami dapat beradaptasi dengan teman – teman dari sekolah lain. Tentu kami akan merasa puas dengan prorgam ini,” tandasnya.

Apel pelepasan turut dihadiri Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Adi Sadhono, serta Kepala Inspektorat Eko Djumartono. Hadir pula para kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta yang terlibat dalam program.

Sebagai informasi, program pertukaran pelajar di Kabupaten Kudus tahun ini diikuti 192 siswa SMP dan 80 siswa SD. Sebanyak 20 SD dan 32 SMP, baik negeri maupun swasta, terlibat dalam program tersebut.

Rekomendasi Berita