Kendal Diandalkan Jadi Daerah Surplus Bawang Merah

KBRN, Kendal: Kabupaten Kendal diandalkan sebagai daerah surplus bawang merah yang mampu menjaga pasokan dan stabilitas harga bawang merah nasional. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Sayuran, Pangan, dan Obat, Kementerian Pertanian RI, Muhammad Agung Sanusi saat berkunjung ke Kendal, Rabu(31/12/2025).

Pada kesempatan itu, ia menghadiri panen raya bawang merah di Desa Krompakan, Kecamatan Gemuh. Agung Sanusi mengatakan, Kendal menempati peringkat keempat sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 4,641 persen atau sekitar 25.166 ton per tahun.

Produksi tersebut dihasilkan dari lahan seluas 2.700 hingga 3.000 hektare, dengan produktivitas rata-rata 9,86 ton per hektar. "Harapannya, Kendal setiap bulan tetap menjaga sekitar 200 hektare lahan tanam, guna memastikan kestabilan produksi," ujarnya.

Agung melihat indeks kenaikan harga bawang merah di Kendal relatif stabil dan terkendali. Hal ini menjadi bentuk apresiasi Kementerian Pertanian.

Kendal dinilai mampu menjadi barometer dalam menjaga stabilitas produksi dan harga. "Salah satu strategi utama menjaga stabilitas harga adalah dengan menyeimbangkan pasokan antara daerah surplus dan daerah defisit," katanya.

Dikatakan, Kabupaten Kendal didorong untuk memperkuat kerja sama antardaerah. Saat ini, Kendal telah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Magelang dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas ketersediaan bawang merah sekaligus melindungi petani dan konsumen dari gejolak harga. “Melalui skema

business to business, daerah surplus seperti Kendal dapat memasok kebutuhan daerah defisit agar pasokan dan harga tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari akan memastikan bawang merah yang dipasok, tercatat sebagai bawang merah asal Kendal. Ia juga memberikan apresiasi kepada Champion Bawang Merah Kendal dan koperasi yang selama ini aktif mendampingi petani, terutama dalam pemasaran.

“Ketika harga bagus, hasil panen bisa langsung dipasarkan. Namun saat harga turun, bawang merah dapat disimpan di koperasi dengan gudang berkapasitas hingga 200 ton, lalu dilepas kembali ketika harga membaik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Champion Bawang Merah Kendal, Akhmad Soleh mengatakan, di Kendal ada 20 kelompok tani bawang merah dengan anggota sekitar 450 petani. Para petani tersebar di 6 kecamatan, yakni Gemuh, Ringinarum, Kangkung, Cepiring, Pegandon, dan Ngampel.

“Dalam setahun, rata-rata bisa panen bawang merah tiga kali. Meskipun bisa empat kali, karena diselingi tanaman tembakau,” ujarnya. (FR)

Rekomendasi Berita