Mensos Minta Penerima Bansos Terlibat dalam Pemberdayaan Ekonomi

  • 14 Feb 2026 21:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Kunjungan kerja dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf bersama Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Mereka didampingi Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sujatmiko

Selain peresmian KDMP Desa Dukuhrejo, rombongan menteri menyerahkan bantuan paket pemberdayaan berupa sarana peternakan ayam petelur TTermasuk kartu keanggotaan koperasi kepada warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, kehadiran lintas kementerian tersebut merupakan wujud kerja bersama dalam melaksanakan visi dan misi Presiden Republik Indonesia Khususnya melalui program strategis Koperasi Desa Merah Putih.

"Kementerian Sosial, mendapat tugas untuk mendorong para penerima bantuan sosial agar tidak hanya menerima bantuan Namun juga terlibat aktif dalam pemberdayaan ekonomi," kata Gus Ipul. Keluarga penerima manfaat tidak hanya didorong menjadi anggota koperasi, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari proses pemberdayaan.

"Hari ini kita uji coba di Dukuhrejo. Pengurusnya sudah terbentuk, bangunannya siap, dan koperasi sudah mulai beroperasi. Dengan dukungan pemerintah daerah, kepala desa, serta para pendamping, kami berharap program ini dapat berhasil,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kementerian Koperasi, Kementerian Sosial, dan BP Taskin. "Kerja sama ini bertujuan menjadikan penerima manfaat bantuan sosial sebagai subjek dan pelaku usaha melalui wadah koperasi," jelasnya.

Melalui Koperasi Desa Merah Putih, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki badan usaha. "Bantuan seperti paket peternakan ayam petelur ini hasilnya bisa dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga, sekaligus dikumpulkan dan dipasarkan melalui koperasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pembangunan koperasi serupa telah mencapai puluhan ribu unit di berbagai daerah. Selanjutnya, Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko menegaskan, pentingnya sinkronisasi berbagai program nasional agar bantuan yang diberikan benar-benar berputar di tingkat komunitas.

“Presiden mengarahkan agar seluruh program, mulai dari koperasi, bantuan sosial, sekolah rakyat, hingga program perumahan, saling terhubung dan berkesinambungan,” katanya. (Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....