Pembelajaran Vokasi Berbasis Industri Diterapkan di Samarinda
- by
- Editor Marga Rahayu
- 14 Jan 2026
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja terus dilakukan sejumlah satuan pendidikan vokasi di Samarinda. Salah satunya melalui penerapan pembelajaran berbasis praktik langsung di ruang publik dan lingkungan industri.
Dalam peringatan hari jadi ke-16, SMK Medika Samarinda menerapkan pendekatan pembelajaran dengan memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai ruang belajar alternatif. Melalui kegiatan ini, siswa diarahkan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan konsumen sebagai bagian dari penguatan keterampilan vokasional dan mental kerja.
Kegiatan praktik tersebut dilaksanakan disalah satu Mall di Samarinda dan melibatkan seluruh program keahlian. Siswa tidak hanya menerapkan keterampilan teknis sesuai bidangnya, tetapi juga diuji dalam hal komunikasi, kedisiplinan, dan etika kerja di hadapan publik.
Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, kepada rri.co.id, Rabu, 14 Januari 2026 mengatakan, pendidikan vokasi perlu dirancang adaptif terhadap dinamika dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, sekolah harus mampu menciptakan ekosistem belajar yang memberi pengalaman nyata kepada peserta didik.
“Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan mental kerja dan karakter siswa agar siap menghadapi tantangan di dunia industri,” ujar Musmulyadi.
Ia menambahkan bahwa kompetensi akademik bukan satu-satunya penentu keberhasilan lulusan. Karakter dinilai memiliki porsi lebih besar dalam menentukan daya saing tenaga kerja di masa depan.
“Nilai akademik itu penting, tetapi tidak dominan. Sekitar 70 persen keberhasilan seseorang ditentukan oleh karakter, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” katanya.
Musmulyadi juga menegaskan pentingnya proses pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi setiap siswa. Menurutnya, peserta didik memiliki latar belakang dan kemampuan yang beragam sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual.
“Setiap siswa harus diproses dengan sungguh-sungguh agar kelak tetap bermanfaat bagi masyarakat, apa pun peran yang mereka jalani,” ucapnya.
Sejalan dengan dukungan program sekolah gratis dari pemerintah provinsi, pendidikan vokasi di Kalimantan Timur diharapkan semakin inklusif dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia daerah.