Polres Sabang Ungkap Sejumlah Kasus Pencurian
- by Fahrul Razi
- Editor Munzir Permana
- 18 Jan 2026
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Awal tahun 2026, angka kejahatan di Kota Sabang menunjukkan kecenderungan meningkat. Pemicu utama diduga adalah faktor ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya membaik.
Meski demikian, Polres Sabang menegaskan tidak akan mundur sedikit pun dalam upaya pengungkapan kasus kejahatan. Aparat kepolisian berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi kenyamanan warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang.
Kapolres Sabang AKBP Sukoco melalui Kasat Reskrim IPTU Dr Junaidi, M.S.M, M.H mengungkapkan, sejumlah kasus pencurian menonjol terjadi pada awal tahun 2026. Salah satunya tercatat dalam laporan polisi LP/B/03/I/2026/SPKT/Polres Sabang/Polda Aceh tertanggal 11 Januari 2026.
"Kasus tersebut merupakan dugaan tindak pidana percobaan pencurian yang terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.20 WIB di Simpang Empat SD Negeri 20, Jurong Lam Kuta, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, dengan terduga pelaku berinisial HH," kata Iptu. Dr. Junaidi, Minggu, (18/1/2026).
Kasus berikutnya tercatat dalam LP/A/02/I/2026/SPKT/Polres Sabang/Polda Aceh tertanggal 17 Januari 2026. Dugaan tindak pidana pencurian itu terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 14.30 WIB di Hotel Sabang Hill milik Pemerintah Kota Sabang, yang berlokasi di Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, dengan terduga pelaku berinisial DW.
Selanjutnya, laporan LP/A/03/I/2026/SPKT/Polres Sabang/Polda Aceh juga tertanggal 17 Januari 2026 mencatat dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.19 WIB di halaman depan Toko Istana Kado, Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, dengan terduga pelaku berinisial DA.
"Prediksi kita, kondisi sosial ekonomi sebagian masyarakat yang masih tergolong rendah, ditambah keterbatasan lapangan kerja serta minimnya penghasilan, turut berpengaruh terhadap meningkatnya kasus pencurian. Tekanan kebutuhan hidup kerap mendorong sebagian oknum melakukan tindak pidana," terangnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, maupun elemen terkait lainnya, dapat bersama-sama mencari solusi berkelanjutan. Hal ini penting mengingat Sabang merupakan kota wisata dan Aceh dikenal sebagai daerah bermodal dengan kekayaan alam yang melimpah.
Untuk itu, Polres Sabang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan, baik konvensional maupun berbasis teknologi, termasuk penipuan dan judi online, serta ancaman melalui media elektronik. Dengan meningkatnya kesadaran bersama, diharapkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dapat terus terjaga.