Waspada Cuaca Ekstrem, Menjaga Imunitas Tubuh Tetap Prima

RRI.CO.ID, Natuna - Perubahan cuaca yang tidak menentu atau fenomena pancaroba seringkali memicu penurunan kondisi kesehatan masyarakat. Udara dingin dan kelembapan tinggi menjadi lingkungan yang ideal bagi penyebaran virus dan bakteri.

Menyikapi hal tersebut, menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci utama agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga imunitas tetap stabil di tengah cuaca ekstrem:

1. Pola Makan Bergizi Seimbang

Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dan zinc sangat dianjurkan. Buah-buahan seperti jeruk, pepaya, dan sayuran hijau berperan penting sebagai antioksidan alami yang menangkal radikal bebas.

2. Penuhi Kebutuhan Hidrasi

Meski cuaca dingin seringkali membuat kita jarang merasa haus, tubuh tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup. Minum air putih minimal dua liter sehari membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan, yang menjadi lini pertahanan pertama melawan virus.

3. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dapat menurunkan produksi sitokin, protein yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi. Pastikan orang dewasa mendapatkan tidur 7–8 jam per hari, sementara anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama.

4. Rutin Berolahraga Ringan

Aktivitas fisik tidak harus berat. Cukup dengan berjalan kaki atau peregangan di dalam ruangan selama 15–30 menit dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mendukung kerja sel imun.

5. Menjaga Kebersihan Diri

Mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar ruangan tetap menjadi prosedur kesehatan yang paling efektif untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh.

Pentingnya Kesadaran Dini Pakar kesehatan mengingatkan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Masyarakat diimbau untuk segera melakukan konsultasi medis jika merasakan gejala awal seperti flu, batuk, atau demam yang tidak kunjung reda lebih dari tiga hari.

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, risiko terserang penyakit di musim penghujan dapat diminimalisir secara signifikan.

Rekomendasi Berita