Kejari Natuna Ajak Masyarakat Berani Laporkan Dugaan Korupsi
- by Rita Retnandari
- Editor Fera Fernanda
- 11 Des 2025
- Ranai
KBRN,Ranai: Dalam upaya memperkuat pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi di Kabupaten Natuna, Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan berani melaporkan setiap tindakan yang terindikasi korupsi. Ajakkan tersebut disampaikan langsung oleh Kasubsi Intelijen Kejari Natuna, Ryan Fadillah Santoso dalam dialog Jaksa Menyapa, Rabu (10/12/25).
Ryan menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui berbagai jalur, termasuk media sosial resmi Kejari Natuna. Menurutnya, pelapor juga diperbolehkan menggunakan identitas anonim apabila merasa khawatir terkait keamanan diri.
“Ketika memang mau melaporkan secara anonimus atau menyembunyikan identitas diri, itu bisa melalui intelijen yang ada. Jadi dia bisa melakukan tanpa melalui identitas resmi,” terangnya.
Namun demikian, setiap laporan yang diterima tetap akan melalui proses verifikasi yang ketat. Hal tersebut untuk menghindari adanya laporan palsu atau laporan bodong.
“Ketika ada laporan masuk ke kantor kami melalui PTSP, itu tetap harus kita telaah dulu. Kita pastikan apakah ada peristiwa tersebut atau ternyata laporan bodong atau laporan palsu untuk menjatuhkan orang-orang tertentu,” jelasnya.
Ryan menambahkan masyarakat juga dapat melapor lewat media sosial resmi Kejari Natuna. Pemanfaatan teknologi dan media sosial sangat membantu proses penerimaan laporan, mengingat kondisi geografis Natuna yang terdiri dari pulau-pulau.
"Kita punya sosial media dan itu kita berdayakan, saat melakukan upaya preventif, baik secara daring maupun luring kami juga mempromosikan sosial media kami dan kami dapat menerima aduan tersebut melalui sosial media,” ujarnya.
Kejari Natuna memastikan bahwa kerahasiaan identitas pelapor terjamin penuh. Kejari Natuna berharap kesadaran dan keberanian masyarakat dalam melaporkan dugaan korupsi dapat meningkat, sehingga pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran negara menjadi lebih kuat.
“Tenang saja, perihal kerahasiaan identitas itu pasti akan terjamin. Kita punya banyak sosial media dari Facebook, TikTok, Instagram, itu sama Kejari Natuna,” tutupnya.