MES, BI dan OJK Kalteng Gencarkan Edukasi Keuangan Syariah

RRI.CO.ID, Palangka Raya: Edukasi literasi dan inklusi keuangan berbasis ekonomi syariah terus digencarkan di Provinsi Kalimantan Tengah. Pelaksanaannya melalui sinergi perbankan syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Indonesia (BI) Kalteng.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Pebrian Aziz, mengatakan pertumbuhan perbankan syariah di Kalteng menunjukkan tren yang semakin positif. OJK terus mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan produk keuangan syariah, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 2026.

“Pertumbuhan perbankan syariah semakin baik. Kami terus mendorong masyarakat untuk mengenal produk keuangan syariah, terutama menjelang Ramadan,” ujarnya.

Menurut Primandanu, tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah juga terus meningkat. Hal ini terlihat dari peran aktif Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam mengenalkan manfaat perbankan syariah sebagai alternatif selain bank konvensional di Kalimantan Tengah.

Dari perspektif syariat Islam, perbankan syariah menawarkan sistem keuangan tanpa riba, termasuk berbagai produk seperti tabungan emas dan pembiayaan berbasis bagi hasil yang kini tersedia di sejumlah bank syariah di Kalteng, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri Syariah, dan BNI Syariah.

Primandanu mengapresiasi semakin beragamnya produk keuangan syariah di Kalimantan Tengah. Namun, ia berharap ke depan perbankan syariah memiliki karakter dan keunikan yang lebih kuat dibanding sistem konvensional.

“Dengan keunikan yang menjadi ciri utama bank syariah, masyarakat akan semakin memahami dan mengenali manfaat keuangan syariah melalui bank-bank syariah di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Bidang Kewirausahaan dan Pondok Pesantren MES Kalteng, Maulana, menyampaikan bahwa MES Kalteng aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak strategis, di antaranya OJK, BI Kalteng, serta Bank Syariah Indonesia (BSI), dalam mengembangkan literasi dan ekonomi syariah di daerah.

OJK bersama MES Kalteng secara rutin melakukan sosialisasi dan literasi keuangan syariah ke sekolah-sekolah, termasuk pengenalan Indonesia Syariah Financial Olympiad (ISFO) sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ekonomi syariah.

Selain itu, MES Kalteng juga berkolaborasi dengan BI Kalteng dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren melalui bantuan dan pendampingan usaha produktif. Salah satunya di Pondok Pesantren Mamba’u Darissalam Kota Palangka Raya.

“Melalui usaha pondok roti, kami berharap dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sesuai fungsi dan prinsip syariah,” ujarnya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Penerapan prinsip syariah dalam perekonomian dan perbankan bertujuan menciptakan sistem keuangan berbasis Islam yang menghindari riba, menerapkan sistem bagi hasil, serta mendorong keadilan dan transparansi. Selain itu, ekonomi syariah diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan, halal, berkah, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita