Bulog Pastikan Stok Pangan Aman jelang Ramadan

  • 15 Feb 2026 00:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan ketersediaan stok pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri dalam kondisi aman. Ia menyebutkan cadangan beras nasional saat ini mencapai 3,2 juta ton dan distribusi terus dimaksimalkan ke seluruh daerah.

Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pengawasan harga dilakukan bersama tim Satgas Pangan di setiap daerah secara intensif. “Untuk stok kita pastikan aman dengan ketersediaan 3,2 juta ton dan distribusi terus kami maksimalkan,” ucapnya kepada PRO3 RRI.

Ia menilai stabilitas harga sembako tetap terjaga karena inspeksi pasar rutin digelar dua hingga tiga kali setiap pekan. “Kami rutin turun ke pasar sehingga harga tetap terkendali seperti saat Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Ia menambahkan perhatian khusus diberikan pada daerah bencana di Sumatera sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertanian. Pemerintah meningkatkan stok hingga tiga kali lipat serta mengirim dukungan logistik dari berbagai wilayah untuk mencegah kelangkaan.

“Untuk wilayah bencana, stok kami lipatgandakan agar tidak terjadi kenaikan harga maupun kekurangan pasokan,” katanya. Rizal juga memaparkan distribusi logistik dilakukan melalui sinergi dengan TNI dan BNPB ketika akses darat terputus.

Ia memastikan cadangan beras disiapkan di bandara dan pelabuhan antara 15 hingga 50 ton guna kebutuhan darurat. Ia menekankan langkah tersebut menjamin keterjangkauan distribusi meski infrastruktur terdampak banjir dan kerusakan jembatan.

Di sisi lain, Bulog turut mendukung penyediaan beras premium bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026. Rizal menilai kebijakan itu penting untuk menjaga kecukupan gizi jemaah karena beras lokal lebih sesuai selera masyarakat Indonesia.

Sebelumnya dikabarkan, Perum Bulog memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman menjelang dan selama hari besar keagamaan nasional (HBKN) 2026, mulai dari Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pangan pada periode tersebut. Bulog juga memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses pangan murah sekaligus menjaga stabilitas harga selama periode HBKN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....