Komnas HAM Desak Polisi Usut Penembakan Smart Air

  • 14 Feb 2026 19:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Komnas HAM menyoroti aksi penembakan pesawat Smart Air Aviation di Bandara Korowai Batu, Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Peristiwa tersebut menewaskan pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang lainnya dilaporkan selamat.

“Peristiwa penembakan tersebut merupakan tindakan serius yang mengancam yang keselamatan warga. Tindakan ini juga melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia,” kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Lebih lanjut, Anis menyebut pihaknya juga mencatat dampak lanjutan dari insiden tersebut. Sejumlah guru dan tenaga kesehatan dilaporkan mengungsi karena khawatir terjadi eskalasi kekerasan.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi mengganggu layanan dasar masyarakat. Khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Anis.

Selain itu, Komnas HAM mengamati adanya pola baru dalam konflik bersenjata di Papua Selatan. Ia mengungkap kelompok yang sama diduga menembak pesawat di Yahukimo hingga menggagalkan kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran.

“Kelompok tersebut juga diduga terlibat dalam pembunuhan seorang warga sipil, Daniel Dati, pekerja bangunan di SMP YPK Yakpesmi Yahukimo, pada 2 Februari 2026. Negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil dan memastikan layanan publik tetap berjalan,” ucap Anis menegaskan.

Sementara, Polisi menduga pelaku penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata Yahukimo. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebut kelompok yang diduga terlibat berasal dari wilayah Yahukimo.

“Kelompok tersebut diduga KKB dari Yahukimo, yakni KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas dan peran masing-masing pelaku,” kata Yusuf.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....