Kemendiktisainstek Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

  • 14 Feb 2026 08:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisainstek) mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat implementasi kedokteran presisi berbasis riset genomik nasional. Karena itu, pemerintah mempercepat integrasi infrastruktur dan data nasional guna memastikan riset genomik berdampak nyata pada pelayanan kesehatan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisainstek) Brian Yuliarto menegaskan, riset genomik merupakan kerja lintas disiplin yang tidak dapat dilakukan secara parsial. Sebagai langkah konkret, pemerintah dapat membentuk Konsorsium Riset Genomik Nasional.

“Riset genomik adalah kerja lintas disiplin yang tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, pemerintah dapat membentuk Konsorsium Riset Genomik Nasional sebagai langkah konkret,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisainstek) Brian Yuliarto dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan kesiapan lembaganya mendukung konsorsium melalui penyediaan fasilitas riset berstandar tinggi. Langkah ini menjadi solusi atas mahalnya biaya pengadaan laboratorium genomik yang sulit dipenuhi oleh setiap institusi secara mandiri.

“BRIN membuka kolaborasi seluas-luasnya agar fasilitas yang ada dapat digunakan bersama. Hal ini dilakukan guna memacu inovasi nasional,” kata Arif.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pengembangan genomik akan membawa perubahan besar dalam industri kesehatan Indonesia. Menurut Budi, pengembangan genomik hanya berhasil melalui sinergi biologi, kimia, matematika, kecerdasan artifisial, dan kedokteran.

“Dengan memahami genom, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Kita bisa memastikan penyakit sejak gejala muncul dan langsung menentukan terapi yang presisi,” ucap Menkes Budi.

Ke depan, BGSI memprioritaskan penelitian stroke, jantung, dan kanker payudara untuk mempercepat implementasi kedokteran presisi. Melalui konsorsium nasional, pemerintah mendorong data genomik memperkuat kebijakan kesehatan serta meningkatkan mutu pelayanan publik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....