Mukernas MUI Dorong Pentingnya Kolaborasi dengan Pemerintah
- 12 Feb 2026 19:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menekankan pentingnya sinergi MUI dengan pemerintah dalam merespons dinamika umat. Kolaborasi dinilai menjadi kunci efektivitas pembinaan keagamaan nasional.
Ia mengatakan Mukernas menjadi momentum menjabarkan program hasil Munas ke langkah operasional. Program tersebut akan dibahas dalam komisi sebagai panduan kerja lima tahun.
“Program-program yang sudah ditetapkan dalam Munas akan kita breakdown dalam rapat-rapat komisi. Itu nantinya untuk menjadi panduan kerja selama lima tahun,” ujar Anwar saat membuka Mukernas I MUI di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, MUI tidak dapat bekerja sendiri menghadapi berbagai persoalan umat. Sinergi dengan Kementerian Agama dinilai penting dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kita tidak bisa sendirian, harus ada kolaborasi yang jelas dengan Kementerian Agama, dari pusat sampai daerah,” katanya. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat efektivitas kebijakan keagamaan.
Anwar mencontohkan adanya kelompok yang saling mengkafirkan di internal umat Islam. Ia juga menyinggung lembaga yang menyebut pesantren namun tidak sesuai Undang-Undang Pesantren.
Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan pendekatan keilmuan sekaligus dukungan kewenangan pemerintah. Langkah bersama diperlukan agar penanganan sesuai aturan dan menjaga ketertiban.
Senada dengan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam menentukan arah kebijakan nasional. Kolaborasi dinilai penting menjaga stabilitas sekaligus menjawab tantangan bangsa.
Menurutnya, kemitraan ulama dan pemerintah tidak sekadar formalitas kelembagaan. Sinergi tersebut harus bersifat substantif dalam perumusan kebijakan publik.
“Mukernas MUI ini bukan hanya agenda biasa, tetapi wahana evaluasi dan kontemplasi kolektif, bagaimana kita menatap masa depan. Sinergi ulama dan umara harus semakin kokoh,” ujar Menag.
Ia menilai tantangan bangsa ke depan semakin kompleks dan dinamis. Karena itu, keterlibatan tokoh agama sejak tahap awal kebijakan menjadi penting.
“Sering kali kita diajak memikirkan akibat, padahal sebabnya tidak pernah didiskusikan bersama. Sekarang saatnya menggandeng ulama dari sektor hulu," ujar Nassarudin.
"Saya sudah sering menyampaikan ke Bappenas agar tokoh agama, termasuk MUI, dilibatkan sejak awal. Jangan hanya hadir saat terjadi kebakaran,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....