Pemprov Sumbar Percepat Pemulihan 4.876 UMKM Terdampak Bencana

  • 12 Feb 2026 17:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kota Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan percepatan pemulihan 4.876 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi. Sejumlah langkah strategis pun dilakukan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang, Kamis 12 Februari 2026. “Secara umum, Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan lima langkah upaya penanganan terhadap UMKM yang terdampak bencana,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Vasko saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama mitra kerja. Antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian UMKM.

Vasko menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah pemetaan data koperasi dan UMKM sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemulihan pascabencana. Pendataan ini dinilai penting agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Kedua, Pemprov Sumbar menggunakan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai basis data resmi. Guna perencanaan program pemulihan, penyaluran bantuan, hingga sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Langkah ketiga adalah membuka Klinik UMKM Minang Bangkit, yang merupakan pusat layanan terpadu hasil kolaborasi Kementerian UMKM dan Pemprov Sumbar. Klinik ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pelaku UMKM yang terdampak bencana alam.

Menurut Vasko, Klinik UMKM Minang Bangkit memiliki tiga fungsi utama. Pertama, memastikan pelaku UMKM terdampak mendapatkan relaksasi pinjaman kredit serta dukungan kecukupan modal usaha.

Kedua, menyediakan layanan belanja produk lokal guna membantu akses pasar bagi UMKM yang masih berproduksi. Ketiga, memberikan alternatif solusi bagi pelaku usaha yang usahanya tidak lagi beroperasi akibat bencana.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga melakukan pendampingan trauma healing atau pemulihan mental bagi pelaku usaha, serta menyalurkan berbagai bantuan usaha. Bantuan tersebut meliputi kompor, tenda, toilet portabel, kebutuhan anak-anak dan perempuan, peralatan masak, sembako, dan bantuan lainnya.

Tak hanya UMKM, pemerintah provinsi juga mencatat sebanyak 111 industri kecil menengah (IKM) dan 30 pasar. Pasar tersebut tersebar di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana hidrometeorologi.

Pemprov Sumbar berharap langkah-langkah terintegrasi tersebut dapat mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat. Sekaligus memperkuat ketahanan sektor UMKM dan IKM menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....