BMKG-Tomorrow Rampungkan Studi Kelayakan Prakiraan Cuaca Berbasis AI
- by Aditya Prabowo
- Editor Syahrizal Budi Putranto
- 19 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan PT Environmental Intelligence Indonesia (Tomorrow Indonesia) menyelesaikan satu tahapan proyek bersamanya. Yaitu studi kelayakan untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca hingga tiga jam ke depan (nowcasting) dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
Presiden Direktur Tomorrow Indonesia, Muhamad Fitriansyah, menyampaikan hasil studi kelayakan tersebut pada Senin 19 Januari 2026. "Sistem unified precipitation (UP) berbasis AI mampu melampaui kinerja model prakiraan cuaca numerik konvensional," ujarnya.
Terutama untuk mendeteksi hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat. Menurut Fitriansyah, teknologi UP mengintegrasikan data radar cuaca BMKG dengan satelit cuaca global dan memprosesnya melalui pemodelan AI.
Hasilnya, prakiraan cuaca kini disajikan beresolusi spasial sangat tinggi 0,5 kilometer dengan pembaruan data lebih cepat. Uji validasi teknis dilakukan di Jakarta dan Jawa Barat, wilayah bercuaca kompleks dan rawan bencana hidrometeorologi.
Menurut Fitriansyah, peningkatan resolusi dan pembaruan data memungkinkan respons lebih cepat menghadapi cuaca ekstrem di kawasan perkotaan padat. "Fokus kami mendukung peringatan dini lebih cepat dan tepat untuk keselamatan masyarakat serta sektor-sektor strategis nasional penting prioritas," ucapnya.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan kolaborasi dengan Tomorrow Indonesia bertujuan memperkuat ketahanan nasional terhadap cuaca ekstrem. Selain itu untuk meningkatkan efisiensi operasional berbagai sektor ekonomi.
"BMKG tetap menjadi otoritas nasional dalam tata kelola data, validasi ilmiah, dan penyampaian informasi publik," ujarnya. Kerja sama dengan Tomorrow Indonesia, lanjut dia, dilakukan secara non-komersial, transparan, dan sesuai regulasi.
Guswanto menambahkan teknologi nowcasting berbasis AI berpotensi dimanfaatkan sektor bencana, pertanian, penerbangan, maritim, dan energi terbarukan. Menurut dia, kolaborasi BMKG dan Tomorrow Indonesia akan terus berlanjut dengan perluasan cakupan wilayah dan sektor.
"Penguatan layanan cuaca ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menyelamatkan nyawa dan mengoptimalkan efisiensi ekonomi nasional," ujarnya. BMKG menargetkan penerapan di wilayah Sumatra dan Sulawesi, serta pada kebutuhan spesifik seperti perencanaan tanam petani hingga keselamatan penerbangan.
Studi kelayakan ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama BMKG bersama Tomorrow Indonesia yang ditandatangani 4 Februari 2025. Pembahasan pengembangan layanan lanjutan akan dilakukan melalui mekanisme dan perjanjian terpisah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.