Trisakti Dukung Biaya Kuliah Kedokteran Digratiskan

RRI.CO.ID, Jakarta – Universitas Trisakti menyambut positif rencana pemerintah untuk menggratiskan biaya kuliah kedokteran. Kebijakan tersebut dinilai membuka akses lebih luas bagi generasi muda, khususnya dari keluarga menengah ke bawah, untuk mengenyam pendidikan tinggi di bidang kesehatan.

Rektor Universitas Trisakti, Prof. Kadarsah Suryadi, mengatakan selama ini banyak calon mahasiswa memiliki kemampuan akademik yang baik, namun terbentur keterbatasan finansial. Karena itu, kebijakan pemerintah tersebut patut diapresiasi.

“Arahan Presiden untuk menggratiskan biaya mahasiswa fakultas kedokteran sangat baik. Generasi muda kita punya kemampuan akademik tinggi, tetapi sering kali terkendala masalah finansial,” kata Prof. Kadarsah kepada RRI, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia meyakini kebijakan tersebut akan meningkatkan minat pemuda berprestasi untuk melanjutkan studi di fakultas kedokteran. Dengan adanya beasiswa penuh dari pemerintah, kesempatan mengakses pendidikan kedokteran akan semakin terbuka.

“Jika mendapatkan beasiswa, termasuk dukungan penelitian, tentu akan meningkatkan jumlah mahasiswa berprestasi. Mereka diberi kesempatan untuk kuliah di perguruan tinggi, termasuk di fakultas kedokteran,” ujarnya.

Menurut Prof. Kadarsah, biaya pendidikan kedokteran memang relatif mahal dibandingkan fakultas lain. Oleh karena itu, ia berharap dukungan anggaran dan skema beasiswa dari pemerintah disesuaikan dengan kebutuhan riil perkuliahan.

“Harapan kami, anggaran yang dikucurkan pemerintah sejalan dengan kebutuhan pendidikan yang dijalankan. Artinya, beasiswa mahasiswa kedokteran benar-benar menutup biaya pendidikan yang diperlukan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah akan memberikan beasiswa bagi anak-anak Indonesia untuk mengatasi kekurangan tenaga medis nasional. Saat ini, Indonesia disebut masih kekurangan sekitar 100 ribu dokter.

“Seperti yang saya sampaikan, dalam program tersebut direncanakan full scholarship, artinya beasiswa penuh,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis lalu.

Pemerintah juga berencana membuka fakultas kedokteran baru guna menambah jumlah mahasiswa kedokteran umum maupun spesialis, termasuk di bidang farmasi. Selain itu, penggunaan teknologi kesehatan di lingkungan kampus akan terus didorong.


“Kita harus berani membuka fakultas baru untuk kedokteran umum karena kita juga kekurangan dokter gigi. Kita harus kuat di bidang farmasi, dan saat ini sedang dilakukan proses identifikasi kebutuhan, baik lokasi maupun jumlahnya,” ujarnya.


Selain itu, Prasetyo menekankan pentingnya penguatan teknologi kesehatan untuk menunjang operasional alat-alat medis modern yang kini berbasis teknologi.


“Kita harus kuat dalam teknologi kesehatan untuk mengoperasionalkan alat-alat kesehatan yang semuanya sudah berbasis teknologi. Dua hal ini menjadi fokus dalam diskusi mengenai kekurangan tenaga dokter dan layanan kesehatan kita,” kata Prasetyo.


Rekomendasi Berita