Pedagang Antusias Sambut Wapres di Pasar Potikelek Wamena
- 14 Jan 2026 14:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Wamena: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Pasar Potikelek di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026) pagi. Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan terhadap peran mama-mama pedagang yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
Peninjauan ini juga untuk melihat langsung aktivitas jual beli di pasar tradisional sekaligus menyerap aspirasi pedagang dan masyarakat. Setibanya di pintu masuk pasar, Wapres langsung disambut antusiasme masyarakat yang telah menunggu.
Selain bersalaman, mereka juga ingin berfoto bersama dengan orang nomor dua tersebut. Di antara keriuhan para pedagang dan antusiasme masyarakat setempat, Wapres kemudian berkeliling pasar dan berdialog dengan para pedagang.
Selain berdialog, Wapres juga menyempatkan diri untuk membeli sejumlah dagangan. Ia sempat membeli sayur mayur, buah-buahan, hingga kerajinan tangan mama-mama, noken.
Serpina Pekade, pedagang kerajinan khas Papua mengatakan, berjualan di Pasar Potikelek menjadi sumber utama penghidupan keluarganya. Ia menjual noken dan berbagai kerajinan Papua yang seluruhnya dibuat dengan tangan sendiri.
“Saya jual noken dari kulit kayu, baju, topi, tas, semua buatan sendiri. Dari hasil jualan ini saya bisa sekolahkan anak-anak sampai kuliah,” ujar Serpina.
“Satu noken bisa dikerjakan satu sampai tiga bulan, bahkan ada yang lima bulan. Semua Mama buat sendiri,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan pedagang sayur bernama Mama Nyora. Ia juga menyampaikan bahwa aktivitas jual beli di pasar tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Kalau jualan ramai, kami bisa beli beras, minyak goreng, bawang, dan kebutuhan lain untuk dibawa pulang,” kata Nyora. Sementara itu, koordinator Mama-Mama di Pasar Potikelek menyambut baik kehadiran Wapres.
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan modal bagi para mama-mama pedagang untuk berjualan dan berusaha. Hal ini agar para pedagang dapat berjualan setiap hari.
"Kita butuh ruko-ruko ini, kita punya semua, tapi kita belum ada modal, semua tutup belum buka. Jadi bapak bisa bantu kita untuk modal, modal kita untuk buka terus," ujarnya.
Selain modal, mama-mama di pasar potikelek juga berharap pemerintah setempat dapat mengatur barang yang datang dari luar Wamena. Hal ini agar barang-barang wilayah sekitar laku dipasaran dan tidak kalah saing.
"Yang kedua, buah sayur, itu kan datang dari Jayapura. Jadi kita mama-mama yang jualan di pasa ini-pun kadang ketinggalan, sampai tidak laku," katanya.
Disisi lain, Kepala Disperindagkop Jayawijaya Alpius, menjelaskan bahwa kondisi pasar hingga saat ini relatif stabil. Baik dari sisi pasokan maupun harga.
“Jumlah pedagang di Pasar Potikelek ini ada di atas seratus orang. Pasar ini selalu penuh dan menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli dari berbagai distrik,” ujar Alpius.
Ia menambahkan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi. “Harga kebutuhan pokok terus kami kontrol," katanya.
"Inflasi Jayawijaya saat ini berada di kisaran 3,1 hingga 3,2 persen. Ini menunjukkan peredaran uang dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal dan terkendali,” ucapnya.
Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi motivasi pemerintah daerah dan masyarakat membangun perekonomian Papua Pegunungan ke arah yang lebih baik. “Kunjungan Bapak Wakil Presiden memberi semangat besar bagi kami," katanya.
"Kami berharap ke depan pasar ini bisa dikembangkan menjadi lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas pasar rakyat. Sehingga semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....