Dari Panti ke Pit Lane: Anak Yatim Menyemai Mimpi di Sirkuit Mandalika
- by Maya Oktariva
- Editor Nasrudin
- 3 Jan 2026
- Mataram
KBRN, Lombok Tengah: Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pertamina Mandalika International Circuit pada Sabtu, 3 Januari 2026. Di balik gemuruh mesin balap yang biasa mengisi lintasan, hari itu sirkuit kebanggaan Indonesia menjadi ruang berbagi harapan saat menerima kunjungan Yayasan Siti Khadijah, pengelola Panti Asuhan Ampera, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
Sebanyak 71 anak yatim piatu bersama 15 orang pengasuh hadir merasakan langsung atmosfer sirkuit bertaraf internasional yang selama ini hanya mereka kenal lewat layar televisi. Bagi mayoritas anak-anak, ini merupakan pengalaman pertama menjejakkan kaki di lintasan MotoGP—sebuah momen sederhana yang sarat makna dan inspirasi.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda wisata, tetapi juga perjalanan edukatif dan reflektif. Rombongan diajak mengelilingi sirkuit menggunakan kendaraan Riders Parade MotoGP, menyusuri pit lane hingga Tikungan 10 yang ikonik. Wajah-wajah penuh takjub dan senyum ceria mengiringi perjalanan, saat anak-anak menyaksikan langsung kemegahan fasilitas sirkuit berstandar dunia yang berdiri megah di kawasan Mandalika.
Momen kebersamaan semakin terasa saat sesi foto bersama di beberapa titik lintasan. Dengan latar aspal sirkuit, grandstand, dan panorama alam Mandalika, anak-anak tampak antusias mengabadikan pengalaman yang tak terlupakan. Lebih dari sekadar foto, momen ini menjadi simbol tumbuhnya rasa bangga dan keyakinan bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja.
Puncak kegiatan berlangsung di Royal Box 13, tempat rombongan menggelar doa bersama. Dalam suasana khidmat, doa dipanjatkan untuk kemajuan Pertamina Mandalika International Circuit agar terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Doa juga dipersembahkan bagi anak-anak panti asuhan, agar diberikan kesehatan, kemudahan menuntut ilmu, dan masa depan yang cerah.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Vice President Motorsport Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Donny Mahardjono. Ia menegaskan bahwa sirkuit Mandalika bukan hanya milik ajang balap internasional, tetapi juga milik masyarakat.
“Pada kali ini kami menerima kunjungan adik-adik dari Yayasan Yatim Piatu Siti Khadijah, Pringgasela, Lombok Timur. Kami senang sekali bisa mengajak mereka berkeliling trek dan mengenalkan apa itu sirkuit Mandalika,” ujar Donny.
Ia berharap keberadaan sirkuit dapat memberi manfaat nyata dan inspirasi bagi semua lapisan masyarakat. “Semoga apa yang kami lakukan dan keberadaan sirkuit ini bisa membawa dampak positif bagi kita semua,” tambahnya.
Senada, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya berfungsi sebagai arena balap kelas dunia, tetapi juga sebagai ruang berbagi nilai dan harapan.
“Melalui kunjungan ini, sirkuit Mandalika menjadi tempat berbagi pengalaman, menanamkan nilai kebersamaan, dan membangun harapan. Semoga perjalanan ini menjadi kenangan berharga dan langkah awal bagi anak-anak untuk mendekat pada mimpi dan masa depan mereka,” pungkas Priandhi.
Di hari itu, lintasan Mandalika tak hanya menjadi saksi kecepatan, tetapi juga menjadi jalan kecil bagi tumbuhnya mimpi-mimpi besar anak-anak Lombok.