Berjualan di CFD Udayana Tak Dipungut Biaya
- by Fenty Chandrasari
- Editor Nasrudin
- 26 Des 2025
- Mataram
KBRN, Mataram : Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Udayana, Kota Mataram, menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berjualan setiap akhir pekan. Namun, masih banyak warga yang penasaran dan mempertanyakan apakah berjualan di kawasan tersebut dikenakan biaya atau tidak.
Menjawab hal itu, pemilik brand Yuri handcraft, Ibu Asri, menegaskan bahwa berjualan di CFD Jalan Udayana tidak dipungut biaya.
“Siapapun yang bertanya, jawaban saya tetap sama, tidak bayar,” tutur Asri, Sabtu (27/12/2025). Hal ini juga dia bagikan lewat unggahan sosial medianya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kondisi lapak di kawasan tersebut kini sudah sangat padat. Namun, pedagang masih memiliki peluang untuk berjualan, terutama di bagian tengah jalan saat akses dibuka sekitar pukul 09.00 WITA. Pedagang disarankan untuk menempati lapak yang telah ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya.
Asri juga menekankan pentingnya etika antar pedagang. Menurutnya, meski tidak ada biaya sewa, setiap pedagang tetap harus meminta izin terlebih dahulu kepada pedagang di sekitar lokasi sebelum menggunakan lahan kosong.
“Jangan mentang-mentang tidak bayar, lalu langsung pakai lahan orang. Kita tetap harus saling menghargai,” ujarnya.

Asri memulai usaha aksesori sejak tahun 2017 dengan membuka lapak kecil di depan rumahnya. Awalnya ia menjual jilbab berhias payet, kemudian berkembang ke aksesori mutiara hingga berbagai aksesori kekinian yang kini dikenal luas pelanggan CFD Udayana.
Ia mengungkapkan bahwa perjalanan mendapatkan lapak tetap bukanlah hal mudah. Mulai dari berkeliling mencari tempat sambil membawa barang dagangan, menggendong bayi, hingga beberapa kali diusir meski lapak sudah terpasang, pernah ia alami.
“Namanya juga sama-sama cari rezeki. Saya bisa memaklumi, karena perjuangan mereka mungkin sama seperti saya dulu,” katanya.
Asri pun berpesan kepada calon pedagang yang ingin mencoba berjualan di CFD Udayana agar langsung membawa barang dagangan, tidak hanya sekadar bertanya. Selain itu, modal utama yang harus dimiliki adalah mental yang kuat dan hati yang lapang.
Salah satu kekuatan utama usahanya adalah pelanggan yang loyal. Meski jumlah pelanggan tidak selalu banyak, mereka konsisten kembali berbelanja, bahkan ada yang telah bertahan selama bertahun-tahun.
“Buat saya, pelanggan sedikit tapi loyal itu sudah cukup. Mereka yang selalu balik lagi, itu kekuatan utama,” ujarnya.
Namun demikian, berjualan di kawasan CFD juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah faktor cuaca, mengingat lokasi berjualan berada di ruang terbuka. Asri mengungkapkan, hujan deras yang turun pada Minggu pagi kerap membuat pedagang terpaksa batal berjualan, meski persiapan sudah dilakukan sejak malam sebelumnya. “Kadang sudah siap dari malam, tapi pagi hujan deras, akhirnya tidak jadi jualan,” katanya.
“Di kawasan Udayana ini kita akan menghadapi berbagai macam pembeli dan keadaan, dari dicibir, tidak dihargai, hingga kehilangan. Tapi dengan hati yang lapang, semua bisa dijalani,” tutupnya.