Fenomena Makan Sambil Nonton Menurut Pandangan Pakar
- by Ardy Surya Artanya
- Editor Yokbeth E Kubiari
- 21 Jan 2026
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Fenomena makan sambil menonton, baik televisi maupun gawai, semakin umum terjadi di masyarakat modern. Dilansir dari World Health Organization, Kebiasaan ini kerap dianggap sepele karena dinilai dapat membuat waktu makan terasa lebih menyenangkan. Namun, para pakar kesehatan menilai bahwa perilaku ini memiliki dampak tertentu terhadap pola makan dan kesehatan secara keseluruhan.
Menurut pakar gizi, makan sambil menonton dapat mengganggu kesadaran seseorang terhadap apa dan berapa banyak makanan yang dikonsumsi. Ketika perhatian teralihkan ke layar, otak menjadi kurang peka terhadap sinyal kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak tanpa disadari, yang berisiko menyebabkan kelebihan asupan kalori.
Dari sisi pencernaan, para ahli juga menilai bahwa makan tanpa fokus dapat memengaruhi proses cerna. Saat perhatian terpecah, tubuh tidak bekerja optimal dalam mengatur produksi enzim pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman, kembung, atau gangguan pencernaan ringan jika dilakukan terus-menerus.
Pakar psikologi menyebutkan bahwa kebiasaan makan sambil menonton dapat membentuk pola
mindless eating. Pola ini membuat seseorang makan bukan karena lapar, tetapi karena kebiasaan atau dorongan visual dari tayangan yang ditonton. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan makanan dan memicu pola makan tidak sehat.Meski demikian, para pakar juga menekankan bahwa dampak makan sambil menonton bergantung pada frekuensi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Jika dilakukan sesekali dan tetap memperhatikan porsi serta kualitas makanan, risikonya relatif kecil. Namun, jika menjadi kebiasaan harian, efek negatifnya lebih besar terhadap kesehatan.
Sebagai antisipasi, para ahli menyarankan untuk menerapkan
mindful eating, yaitu makan dengan penuh kesadaran tanpa distraksi layar. Dengan fokus pada makanan, seseorang dapat lebih menikmati rasa, mengontrol porsi, dan menjaga kesehatan pencernaan. Kebiasaan ini dinilai lebih baik untuk mendukung pola hidup sehat dalam jangka panjang.