Burnout, Kelelahan Fisik dan Rasa Jenuh Beraktivitas
- by Muh. Iqbal Aminullah
- Editor Achmad Apri Sudin
- 18 Jan 2026
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar -
Burnout adalah kondisi kronis yang melibatkan kelelahan fisik dan emosional akibat tekanan aktivitas yang berlangsung lama. Penggambarannya ibarat kayu yang habis terbakar dan kehilangan fungsi fisiknya, dalam konteks kesehatan dan perilaku manusia, Burnout sering digambarkan sebagai penurunan energi secara umum, disertai dengan rasa lelah berkepanjangan yang tidak segera membaik meskipun istirahat dilakukan.Gejala ini dapat muncul pada siapa saja, termasuk pelajar, pekerja, dan tenaga profesional yang menghadapi tuntutan tinggi secara terus-menerus. Pada tingkat yang lebih parah,
Burnout dapat memengaruhi motivasi, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan.Secara fisiologis, kelelahan fisik dalam
Burnout melibatkan berkurangnya kemampuan tubuh untuk pulih dari tuntutan aktivitas harian. Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan ini bukan sekadar perasaan lelah biasa, tetapi berkaitan dengan perubahan dalam respons stres tubuh serta peningkatan risiko gangguan kesehatan seperti gangguan kardiovaskular dan masalah sistem muskuloskeletal jika kondisi ini tidak diatasi.Rasa jenuh terhadap aktivitas merupakan komponen penting dari
Burnout yang berkembang setelah periode stres berkepanjangan. Menurut journalgrid Ketika seseorang merasa aktivitas yang dilakukan tidak lagi memberi arti atau hasil yang memuaskan, kemungkinan besar muncul rasa bosan dan penurunan gairah terhadap tugas tersebut.Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga memperburuk rasa lelah fisik karena kurangnya motivasi internal untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas. Interaksi antara kelelahan fisik dan rasa jenuh sangat kompleks.
Studi menemukan bahwa tingkat aktivitas fisik dapat memengaruhi derajat kelelahan dan
Burnout secara keseluruhan. Individu dengan pola aktivitas fisik yang lebih sehat cenderung melaporkan tingkat Burnout yang lebih rendah, sedangkan kurangnya aktivitas atau beban fisik yang tidak seimbang dapat memperburuk kelelahan dan ketidaknyamanan tubuh.Dalam kehidupan sehari-hari,
Burnout dapat muncul di berbagai lingkungan seperti sekolah, tempat kerja, atau kegiatan rutin lain yang intens. Sebagai contoh, mahasiswa dan pekerja yang menghadapi jadwal padat, ekspektasi tinggi, atau tekanan terus-menerus dari berbagai tuntutan cenderung mengalami kelelahan yang lebih signifikan dan merasa jenuh terhadap aktivitas yang mereka lakukan.Hal ini mencerminkan bahwa
Burnout bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga fenomena sosial yang dipengaruhi oleh struktur tugas dan lingkungan kerja atau belajar.