Digitalisasi Transportasi Hapus Batas Ruang Mobilitas Masyarakat

RRI.CO.ID, Makassar - Masuknya budaya digitalisasi telah menghapus batas-batas wilayah dalam sistem transportasi dan mobilitas masyarakat. Tidak lagi dikenal jalur-jalur kaku seperti pada moda transportasi konvensional. Kini, akses bergerak dan berkomunikasi berlangsung tanpa sekat ruang, layaknya sinyal yang dapat menjangkau siapa saja di mana pun berada.

Hal tersebut disampaikan Dosen Departemen Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Dr. Sumarlin Rengko Hr, S.S., M.Hum, dalam Program

Apresiasi Budaya Lokal Pro 4 RRI Makassar, Senin malam,12 Januari 2-26. Menurut Dr. Sumarlin, digitalisasi tidak hanya mengubah pola komunikasi, tetapi juga merevolusi relasi antara pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi.

“Hari ini tidak ada lagi batas ruang antara pemakai jalan dengan pengusaha atau mereka yang berprofesi sebagai sopir. Semuanya terhubung dalam satu sistem digital,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi jalanan saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan satu hingga dua dekade lalu. Masyarakat tidak lagi bergantung pada halte atau menunggu pete-pete melintas. Sebaliknya, transportasi digital dapat diakses dengan cepat hanya melalui perangkat di tangan.

“Kita sudah masuk ke dunia digital. Akses transportasi kini jauh lebih cepat dan fleksibel dibandingkan sepuluh atau dua puluh tahun lalu,” jelasnya.

Dr. Sumarlin yang juga menjabat Sekretaris Departemen Sastra Daerah FIB Unhas menambahkan, kemudahan ini membuat batas ruang semakin kabur karena tidak lagi terikat pada titik-titik pemberhentian tertentu.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kemajuan digital tidak menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. “Hari ini semuanya serba digital, tetapi manusia tetap saling membutuhkan. Ruang publik harus tetap menjadi tempat menyapa dan berinteraksi, agar sisi humanisme tidak hilang,” tutupnya.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita