Siri Na Pesse: Perisai Kehormatan Bahaya Narkoba

RRI.CO.ID,Makassar - Persoalan bahaya narkoba dinilai sangat serius dan membutuhkan pendekatan yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu nilai budaya yang dianggap paling relevan dalam upaya menangkal bahaya narkoba di masyarakat Bugis dan Makassar adalah

Siri Na Pesse atau Siri Na Pacce.

Hal tersebut disampaikan Profesor Ilmu Filologi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum, saat menjadi narasumber dalam Program Apresiasi Budaya Lokal Pro 4 RRI Makassar, Senin, 19 Januari 2026.

Prof. Muhlis menjelaskan,

Siri Na Pesse merupakan nilai budaya Bugis, sementara dalam budaya Makassar dikenal sebagai Siri Na Pacce. Nilai ini menyentuh aspek terdalam psikologi kemanusiaan, terutama terkait harga diri, empati, dan rasa kemanusiaan.

“Ketika seseorang atau sekelompok orang terjerumus dalam masalah narkoba, yang sebenarnya terganggu adalah kondisi psikologisnya. Karena itu, selain penanganan medis, aspek kemanusiaan juga harus menjadi perhatian utama,” jelas Prof. Muhlis.

Menurutnya, individu yang terdampak narkoba perlu disentuh pada titik-titik kemanusiaannya agar kembali menyadari jati diri sebagai manusia yang bermartabat, memiliki nilai hidup, dan harga diri. Pendekatan ini sejalan dengan semangat

Siri Na Pesse yang mengajarkan kepedulian, empati, serta rasa malu jika merusak diri sendiri dan orang lain.

“Nilai ini sangat vital untuk dihidupkan kembali, karena mampu menjadi benteng moral dan psikologis dalam menghadapi wabah narkoba yang semakin merajalela,” tegasnya.

Dengan mengaitkan nilai budaya lokal dalam upaya pencegahan narkoba, Prof. Muhlis berharap masyarakat dapat lebih sadar bahwa bahaya narkoba bukan hanya persoalan hukum dan kesehatan, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan martabat hidup.

Rekomendasi Berita