Tren Makan Sehat: Mahal atau Bisa Disiasati
- by Twindrianti Taka
- Editor Aloysius Tani
- 17 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dalam beberapa tahun terakhir, pola makan sehat semakin populer dan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Tren ini terlihat dari meningkatnya konsumsi makanan bergizi, menu organik, hingga berbagai olahan sehat yang banyak dipromosikan melalui media sosial.
Namun, di tengah tren tersebut, masih muncul anggapan bahwa makan sehat identik dengan biaya mahal. Sejumlah produk berlabel organik, bebas gluten, atau rendah gula kerap dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan makanan pada umumnya.
Selain itu, restoran dengan konsep makanan sehat juga menawarkan harga yang relatif tidak terjangkau bagi sebagian masyarakat. Padahal, makan sehat tidak selalu harus bergantung pada produk mahal.
Prinsip dasar pola makan sehat adalah konsumsi gizi seimbang, yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, serta asupan cairan yang cukup. Berbagai bahan pangan lokal seperti singkong, ubi, jagung, tempe, tahu, ikan lokal, dan sayur-sayuran pasar tradisional dinilai memiliki kandungan gizi yang baik dengan harga terjangkau.
Pengamat gizi menyebutkan, tantangan utama dalam menerapkan pola makan sehat bukan hanya soal harga, tetapi juga kebiasaan dan pola konsumsi masyarakat. Makanan cepat saji sering dipilih karena dianggap praktis, meskipun dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan dan pengeluaran yang lebih besar.
Upaya menerapkan pola makan sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memasak makanan sendiri di rumah, mengurangi konsumsi minuman manis kemasan, memperbanyak sayur dan buah musiman, serta memilih sumber protein lokal. Langkah tersebut dinilai lebih realistis dan dapat diterapkan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Tren makan sehat diharapkan tidak hanya menjadi gaya hidup sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi yang seimbang dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang tepat, makan sehat tidak hanya dapat disiasati, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang. (TT)