Pengusaha Lokal Dorong Diversifikasi Usaha Adaptasi Ekonomi Biru

  • by Sunarti
  • Editor H. Atto Raidi
  • 21 Jan 2026
  • Kendari

KBRN,Kendari - Bayu Sanggra Wisesa, S.H., M.H., C.Med., CHCO., CIC. Pengusaha asal Kendari, Sulawesi Tenggara menegaskan pentingnya adaptasi dan diversifikasi dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global. Selain aktif menjalankan profesi advokat/konsultan hukum dan perencana keuangan melalui Firma Hukum Nawasena BSW Anawai yang didirikannya, ia juga mengelola beberapa entitas usaha di sektor jasa keagenan kapal dan perdagangan eceran nonkonvesional.

Dalam kapasitas pribadinya, ia mengalokasikan sebagian dana miliknya pada instrumen investasi berupa aset digital cryptocurrency Sandbox dan saham perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Andira Agro Tbk. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan keuangan pribadi yang dilakukan secara terukur dan bertanggungjawab dengan tetap memisahkan secara tegas antara dana pribadi, dana usaha, dan dana klien.

Selain pada dua aset tersebut, ia juga berinvestasi pada logam mulia seperti emas dan perak.

“Sebagai advokat sekaligus konsultan perencana keuangan, saya terikat prinsip kehati-hatian, etika profesi, dan kepatuhan hukum. Karena itu setiap keputusan ekonomi termasuk investasi harus dilakukan secara sadar risiko, tidak spekulatif, dan tidak menimbulkan konflik kepentingan”, ujarnya, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa aktivitas investasi tersebut bersifat pasif dan personal, tidak berkaitan dengan kegiatan penghimpunan dana, penawaran kepada publik, maupun rekomendasi investasi. Seluruh kegiatan usaha yang dijalankan juga berdiri secara independen dengan tata kelola yang disesuaikan dengan karakter masing-masing sektor. Di sektor jasa, perusahaan keagenan kapal yang dikelolanya fokus pada pelayanan operasional dan kepatuhan regulasi maritim.

Sementara di sektor perdagangan, perusahaannya bergerak pada model pedagang eceran bukan di kios, losmen, kaki lima, pasar, dan sejenisnya yang mengedepankan pendekatan distribusi modern dan adaptif terhadap ketentuan konsumen.

“Bisnis yang sehat harus dibangun di atas kepastian hukum, transparansi, dan integritas. Itulah nilai yang saya pegang, baik saat menjalankan profesi maupun menjalankan usaha”, tambahnya.

Ia berharap, semakin banyak profesional hukum yang tidak hanya memahami teks regulasi, tetapi juga realitas ekonomi dan dunia usaha sehingga dapat berkontribusi lebih luas bagi pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita