HANS, Penopang Kepala yang Menjadi Standar Keselamatan Motorsport
- by DYAKSA ANGGALOKA MUISCADAFIA
- Editor Sumarsono
- 14 Des 2025
- Jember
KBRN, Jember: Di balik kecanggihan mobil Formula 1 yang mampu melaju dengan kecepatan ekstrem, risiko kecelakaan serius tetap menjadi ancaman nyata. Karena itu, aspek keselamatan menjadi elemen krusial dalam dunia balap modern. Salah satu perangkat keselamatan terpenting dalam Formula 1 adalah HANS device (Head and Neck Support), alat yang dirancang khusus untuk melindungi pembalap dari cedera kepala dan leher yang berpotensi fatal.
Menurut gpfans.com, HANS device diperkenalkan untuk meminimalkan dampak gaya gravitasi ekstrem (G-force) serta mengurangi risiko cedera serius seperti
basilar skull fracture, cedera yang kerap terjadi akibat hentakan keras pada kepala dan leher saat kecelakaan. Meski mobil F1 dilengkapi teknologi keselamatan canggih, benturan dengan kecepatan tinggi tetap dapat menyebabkan cedera fatal tanpa perlindungan tambahan.HANS device sendiri merupakan alat penyangga kepala dan leher yang terbuat dari serat karbon ringan dan dibuat secara khusus agar sesuai dengan postur tubuh masing-masing pembalap. Bentuknya menyerupai huruf “U”, dengan bagian melengkung berada di belakang leher dan dua sisi memanjang bertumpu di atas dada. Perangkat ini ditempatkan di atas bahu pembalap, dikunci oleh sabuk pengaman, serta dihubungkan ke helm melalui tali pengikat khusus.Fungsi utama alat ini adalah menahan pergerakan kepala secara tiba-tiba saat terjadi benturan keras. Tali pengikat menjaga agar kepala dan leher tetap stabil, mirip seperti sabuk pengaman yang menahan tubuh, sementara struktur penyangganya mendistribusikan gaya benturan dari leher ke bahu dan dada. Dengan mekanisme tersebut, risiko cedera akibat gerakan kepala yang tersentak keras atau whiplash dapat diminimalkan secara signifikan.Sejarah HANS device bermula pada awal 1980-an. Alat ini diciptakan oleh Dr. Robert Hubbard, profesor teknik biomekanik dari Michigan State University, bersama iparnya, Jim Downing, mantan pembalap IMSA SportsCar Championship. Ide tersebut muncul setelah kematian rekan mereka, Patrick Jacquemart, yang meninggal dunia akibat
basilar skull fracture saat sesi tes di Mid-Ohio pada 1981.Awalnya, konsep HANS device sulit diterima industri keselamatan balap. Banyak perusahaan menolak memproduksinya, sehingga Hubbard dan Downing akhirnya mendirikan perusahaan sendiri, Hubbard Downing Inc., untuk memproduksi dan memasarkan perangkat tersebut. Perhatian serius terhadap HANS device baru muncul di Formula 1 setelah tragedi meninggalnya Ayrton Senna dan Roland Ratzenberger pada Grand Prix San Marino 1994, yang mendorong FIA untuk meninjau ulang standar keselamatan pembalap.Setelah melalui serangkaian pengujian intensif oleh Mercedes antara 1996 hingga 1998, HANS device akhirnya resmi diperkenalkan di Formula 1 pada 2003. Sejak saat itu, perangkat ini diakui berperan besar dalam menyelamatkan nyawa pembalap, termasuk Robert Kubica yang mengalami kecelakaan hebat di Grand Prix Kanada 2007.Di luar Formula 1, adopsi HANS device juga meluas ke berbagai ajang motorsport dunia. National Hot Rod Association (NHRA) mulai menggunakan perangkat ini pada 1996 dan mewajibkannya pada 2004 setelah kematian pembalap Darrell Russell. NASCAR menyusul pada 2001 setelah kehilangan sejumlah pembalap akibat cedera serupa, termasuk Adam Petty dan Dale Earnhardt Sr.Kejuaraan lain seperti CART dan ARCA juga mewajibkan penggunaan HANS device pada tahun yang sama, diikuti oleh World Rally Championship dan Australian V8 Supercar Series pada 2005. Kini, HANS device telah menjadi standar keselamatan wajib di hampir seluruh ajang balap utama dunia.Dengan rekam jejaknya dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi cedera fatal, HANS device menjadi bukti bahwa inovasi keselamatan memiliki peran yang sama pentingnya dengan kecepatan dan performa dalam dunia motorsport modern. Seperti diungkapkan gpfans.com, perangkat ini telah mengubah standar keselamatan balap dan menjadi salah satu kemajuan terpenting dalam sejarah olahraga otomotif.