Indonesia-Tiongkok Sepakati 16 Kerjasama Bidang Energi dan AI
- by Deni Supriadi
- Editor Erik Hamzah
- 29 Nov 2025
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Sebanyak 16 proyek kerjasama dengan total nilai lebih dari RMB 13,7 miliar ditandatangani sejumlah perusahaan dalam acara China-Indonesia Economic & Trade Exchange and Two Countries Twin Parks Matching Conference dengan tema "The City of Blessing" di Hotel Grand Hyatt Jakarta.
Proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi baru, rantai pasok kendaraan listrik, serta kecerdasan buatan, dengan total investasi mencapai sekitar USD 480 juta. Hal ini sekaligus menandai fase baru kolaborasi strategis Indonesia-Tiongkok dalam pengembangan industri masa depan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi Fujian sekaligus Sekretaris Komite Partai Kota Fuzhou Guo Ningning, Minister Counsellor Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Li Hongwei, serta perwakilan dunia usaha dari kedua negara.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikam bahwa “Two Countries Twin Parks" merupakan mekanisme inti dalam kerja sama Indonesia–Tiongkok yang menggabungkan keunggulan sumber daya Indonesia dengan kekuatan teknologi dan modal Tiongkok, sehingga memperkuat sinergi pengembangan rantai industri.
"Kerja sama ini akan meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia sekaligus mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, Sabtu (29/11/2025).
Guo Ningning menjelaskan, Fuzhou, sebagai bagian dari Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia.
"Saya harap kerja sama Two Countries Twin Parks dapat terus diperkuat melalui mekanisme konsultasi tingkat tinggi, penyelarasan kebijakan, serta peningkatan konektivitas industri kedua negara," katanya.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon sangat menyambut komitmen investasi yang memberi nilai jangka panjang bagi Indonesia. Pemerintah akan terus menyediakan iklim usaha yang stabil, transparan, dan dapat diprediksi.
Perwakilan penandatangan proyek, He Jianhui, menekankan bahwa fokus investasi pada energi bersih, kecerdasan buatan, dan rantai pasok kendaraan listrik menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia–Tiongkok telah berkembang dari perdagangan tradisional menuju integrasi mendalam rantai industri.
Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam struktur industri regional serta membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok di kawasan pesisir timur untuk berekspansi ke pasar global.
Empat perjanjian utama dengan total investasi USD 480 Juta, pertama yakni Indonesia Solar and Battery Storage Integrated Project (Proyek Terpadu Pembangkit Surya dan Sistem Penyimpanan Energi (USD 300 juta). Kedua, New Enery Supply Chain Integrated Park (Kawasan Industri Rantai Pasok Energi Baru Terintegrasi (USD 150 juta).
Ketiga, Joint Research Center for AI Innovation & Collaboration (Pusat Riset Bersama Kecerdasan Buatan (USD 20 juta). Keempat, Artificial Intelligence & Financial Technology Partnership Project (Kemitraan Strategis AI dan Teknologi Finansial (USD 10 juta).