HighScope Indonesia Terapkan Kurikulum Berbasis Amerika Serikat

KBRN, Jakarta: Sekolah HighScope Indonesia menerapkan kurikulum berbasis Amerika Serikat (AS) & Real World Focus, yang dikembangkan oleh Research & Development for Advancement (Redea) Institute yang menjalin kemitraan baru dengan Center for Excellence di New Technology High School di Napa, California. Redea Institute juga bermitra dengan PEN Worldwide, sebuah organisasi nirlaba dari Jerman dengan metodologi praktis dalam membangun wirausahawan masa depan.


Founder & CEO Redea Institute & HighScope Indonesia Institute Antarina S.F Amir menyatakan kemitraan tersebut membekali siswa Sekolah HighScope Indonesia dengan keterampilan bisnis praktis untuk menciptakan lapangan kerja baru. Di usianya yang menjelang 29 tahun tersebut, pihaknya menerapkan berbagai inovasi terkait pengembangan kualitas pendidikan secara holistik, yang mencakup seluruh aspek kebutuhan pembelajar: lingkungan, suasana, penilaian, strategi, aktivitas, dan dukungan.

“Tidak semua bunga harus berwarna merah, karena setiap anak berbeda dalam karakter dan kemampuan akademiknya. Saya percaya, sistem pendidikan seharusnya tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga pada karakter dan nilai-nilai anak," ujar Antarina S.F Amir, di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Sementara itu, Alumni Sekolah HighScope Indonesia angkatan 2020 Shakira Ashana Ramadhani Aziz menegaskan dengan kurikulum tersebut siswa memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai keterampilan esensial hidup. Materi-materi pembelajaran yang didapatnya dari sekolah sangat membantunya saat duduk di tingkat universitas hingga dunia kerja.


"Sebagai contoh, selama di universitas, saya harus mempresentasikan berbagai topik di depan teman sebaya dan dosen. Hampir setiap mata kuliah yang saya ambil meminta saya untuk mempresentasikan sesuatu. Dengan memiliki keterampilan presentasi yang saya pelajari di Sekolah HighScope Indonesia, rasanya sangat mudah. Saya bahkan terkadang memberikan saran kepada teman-teman saya tentang cara mereka dapat mempresentasikan proyek mereka," kata Shakira.

Hal senada juga diungkapkan Alumnus angkatan 2019 Muhammad Ridho. Dia menyebut lingkungan sekolah yang demokratis aman yang paling berkesan ketika mengikuti ketika dirinya mengikuti kelas Virtual Enterprise (VE). "Kelas itu mengajari saya bagaimana dunia kerja beroperasi. Dari pengalaman itu, saya belajar banyak. Jadi saat lulus dari SMA, saya tidak terkejut dengan keadaan di dunia nyata, dan itu sangat membantu saya menjadi diri saya yang sekarang," katanya.

Sekolah HighScope Indonesia sendiri berdiri sejak tahun 1996, yang awalnya berlokasi di Pondok Indah. Sekolah ini telah berkembang pesat, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga memiliki SD, SMP, dan SMA. Saat ini, lebih dari 1.000 alumni telah lulus dan diterima di 351 universitas di 21 negara. Dengan lebih dari 4.000 siswa di 15 lokasi sekolah di seluruh Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita