USNI Implementasikan Program Pemberdayaan UMKM di Pulau Panggang

RRI.CO.ID, Jakarta : Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (abdimas) bertema “Implementasi Prinsip Keberlanjutan pada UMKM Pantura Oleh-Oleh Pulau Seribu melalui Produksi Ramah Lingkungan dan Komunikasi Pemasaran Digital”. Kegiatan itu dilaksanakan di Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, pada 5–6 Agustus 2025.

Program ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian Masyarakat Kompetitif Nasional Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari tiga program studi USNI, yakni Ilmu Komunikasi, Teknik Lingkungan, dan Hubungan Internasional.

Tim abdimas dipimpin oleh Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dengan anggota Sri Rachmawati H. Siregar, S.T., M.T dari Teknik Lingkungan dan Alessandro Kurniawan Ulung, S.Sos., M.A dari Hubungan Internasional. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa lintas program studi.

Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med, megatakan, program ini sejalan dengan Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029, khususnya Asta Cita Ketiga dan Keempat. Serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, antara lain SDG 8, SDG 9, dan SDG 12.

"Mengusung pendekatan ekonomi restoratif, program ini menekankan keseimbangan antara penguatan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan pesisir," ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, tim USNI merencanakan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam penguatan peralatan produksi dan pengembangan pemasaran digital UMKM.

Pelaksanaan program mendapat dukungan penuh dari Lurah Pulau Panggang, Muhammad Nuralim, S.K.M., M.AP. Ia, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki keterkaitan historis dengan Yayasan YADIKA sebagai yayasan induk USNI.

Kegiatan berlangsung di RPTRA Tanjong Timor dengan tiga sesi pemaparan materi dan dua sesi observasi langsung ke dapur produksi UMKM Pantura. Materi meliputi prinsip produksi bersih berbasis lingkungan, teknologi dan desain kemasan produk, serta strategi komunikasi pemasaran digital di era disrupsi media.

Sebanyak sepuluh pelaku UMKM Pantura Oleh-oleh Pulau Seribu memperoleh manfaat langsung melalui peningkatan keterampilan produksi, pengemasan, serta strategi pemasaran. Tim abdimas juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama, seperti keterbatasan peralatan produksi, kebutuhan proses produksi yang lebih higienis, serta jangkauan pemasaran yang masih terbatas di wilayah Kepulauan Seribu.

Rekomendasi Berita