Rafah Dibuka Kembali, Gaza Evakuasi Pasien ke Mesir
- 03 Feb 2026 16:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Gaza — Perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir dibuka kembali pada Senin, 2 Februari 2026 malam. Pembukaan ini memungkinkan selusin warga Palestina masuk ke Gaza setelah sempat mengalami penundaan, dilansir dari AP News.
Sebelumnya, sekelompok kecil pasien medis telah dievakuasi dari wilayah tersebut ke Mesir. Pembukaan kembali perbatasan ini menandai langkah penting dalam gencatan senjata antara Israel dan Hamas, meski lebih bersifat simbolis.
Hanya sedikit orang yang diizinkan melintasi perbatasan, dan tidak ada barang yang diperbolehkan melewati. Jumlah pelintas juga jauh di bawah 50 orang yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak berwenang.
Sekitar 20.000 anak-anak dan dewasa Palestina membutuhkan perawatan medis di Gaza. Sementara itu, ribuan warga di luar wilayah ini berharap dapat kembali ke rumah mereka.
Perbatasan Rafah sendiri telah ditutup sejak Mei 2024 saat dikuasai Israel. Jumlah pelintas diperkirakan akan meningkat seiring berjalannya sistem seleksi yang dilakukan oleh Israel dan Mesir.
Ambulans mengantre berjam-jam di perbatasan sebelum membawa pasien ke Mesir. Sebuah bus juga membawa warga Palestina kembali ke Gaza setelah melarikan diri di awal perang.
Sebelumnya, Rafah merupakan perbatasan utama keluar-masuk Gaza, sementara perbatasan lainnya dikendalikan bersama dengan Israel. Militer Israel mengawasi area antara Rafah dan pemukiman utama warga Palestina.
Meski gencatan senjata berlaku, kekerasan masih terjadi di Gaza. Mesir telah menyiapkan 150 rumah sakit untuk menerima pasien Gaza, meski perbatasan Rafah berjarak enam jam perjalanan dari Kairo.
Palang Merah Mesir juga menyiapkan “ruang aman” di sisi perbatasan untuk mendukung para evakuasi. Lebih dari 10.000 pasien telah dievakuasi sejak perang dimulai.
Namun, penguasaan Israel atas Rafah memperlambat proses evakuasi menjadi rata-rata 17 pasien per minggu. Israel juga melarang pasien dikirim ke rumah sakit di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Wilayah tersebut sebelumnya merupakan jalur utama perawatan medis warga Palestina. Dengan dibukanya kembali perbatasan, warga Gaza menantikan kepulangan anggota keluarga yang sempat meninggalkan wilayah tersebut di awal perang.
Fase kedua gencatan senjata mencakup pembentukan komite Palestina baru untuk mengatur Gaza dan penempatan pasukan internasional. Selain itu, fase ini juga meliputi pelucutan senjata Hamas serta langkah-langkah awal untuk memulai rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....