Dubes Boroujerdi : Situasi Iran Kembali Tenang

RRI.CO.ID, Jakarta - Situasi keamanan terkini di Iran disebut dalam keadaan tenang dan damai. Pengaruh eksternal yang dikatakan Iran berasal dari zionis Israel maupun Amerika Serikat (AS), telah mengubah protes damai menjadi kekerasan dan menimbulkan korban jiwa.

“Mereka (Israel dan AS-red) berusaha keras, tetapi setelah beberapa minggu, sekarang Alhamdulillah situasinya sangat tenang dan perdamaian telah kembali ke jalanan dan ke seluruh negeri. Kita dapat melihat bahwa protes internal telah berkurang saat ini dan ancaman eksternal masih ada dari rezim Zionis Israel dan juga dari Amerika Serikat,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat ditemui di salah satu kegiatan, Senin, 19 Januari 2026, di Jakarta Pusat.

“Tetapi, kami dapat mengatakan bahwa situasinya jauh lebih baik daripada sebelumnya.”

Menurut Boroujerdi, pemerintah Iran telah memiliki sejumlah rencana untuk mengelola situasi ekonomi dalam negeri. Sebagaimana diketahui masalah ekonomi dan situasi ekonomi, merupakan alasan utama terjadinya aksi demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember 2025.

“Setelah depresiasi besar nilai tukar mata uang, beberapa pelaku bisnis sedikit khawatir tentang situasi tersebut, mereka ingin melakukan demonstrasi damai terhadap pemerintah. Dan, itu tidak masalah, saat ini pemerintah memiliki beberapa rencana untuk mengelola situasi ekonomi,” ujarnya.

Sementara, terkait warga negara asing di Iran selama terjadinya aksi unjuk rasa dipastikan dalam kondisi baik dan aman. Termasuk, para Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebagian besar merupakan pelajar di Kota Qom dan Isfahan.

“Sejak awal situasi ini, saya khawatir tentang pekerjaan saya, yaitu menjaga keselamatan warga sipil Indonesia di Iran. Saya baru saja mendapat informasi dari Iran bahwa mereka semua aman dan kami siap membantu mereka jika terjadi sesuatu pada mereka,” kata Boroujerdi menjelaskan.

“Serta, untuk warga asing lainnya, kami juga memiliki situasi dan jaminan yang sama.”

Dubes Boroujerdi mengatakan, meski situasi telah berangsur membaik, namun ia memastikan Iran akan membantu pemerintah asing yang ingin mengevakuasi warganya. “Saat ini tidak ada masalah di Iran, tetapi kapan pun kami siap membantu pemerintah untuk mengevakuasi warga negara atau kami selalu siap membantu mereka,” ucapnya.

“Satu-satunya warga negara asing yang mengalami masalah adalah duta besar Palestina, Anda tahu bahwa agen Mossad menyerang rumahnya dan dia sedikit terluka. Tetapi, warga asing lainnya baik-baik saja.”

Organisasi Aktivis HAM di Iran (HRANA) mencatat jumlah total demonstran tewas diperkirakan antara 2.000 hingga 30.000 sejak 28 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026. Sedangkan, diperkirakan 135 personel keamanan telah tewas dalam protes tersebut.

Rekomendasi Berita