Amerika Peringati Hari Tanpa Pisau Bedah, Tonggak Inovasi Medis Modern

RRI.CO.ID, Washington - Setiap 16 Januari, dunia medis Amerika Serikat memperingati Hari Tanpa Pisau Bedah Nasional (National 'Without a Scalpel Day'). Peringatan ini menjadi refleksi penting atas kemajuan teknologi kedokteran yang memungkinkan pengobatan tanpa pembedahan besar.

Peringatan Hari Tanpa Pisau Bedah menyoroti pendekatan medis minimal invasif yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pasien. Metode ini dinilai mampu mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat masa pemulihan.

Melansir Nationaltoday, peringatan ini berakar dari keberhasilan Charles Theodore Dotter pada 16 Januari 1964. Dokter radiologi asal Amerika Serikat tersebut berhasil melakukan angioplasti perkutan pertama di dunia.

Angioplasti merupakan prosedur membuka penyempitan pembuluh darah arteri menggunakan kateter kecil tanpa sayatan besar. Terobosan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kedokteran modern.

Keberhasilan tersebut melahirkan cabang medis radiologi intervensional. Bidang ini memanfaatkan teknologi pencitraan untuk melakukan tindakan terapeutik secara minim invasif.

Seiring perkembangan teknologi, metode tanpa pisau bedah kini digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis. Penanganan penyakit jantung, stroke, aneurisma, fibroid, hingga gangguan pembuluh darah di antaranya.

Prosedur minimal invasif menawarkan sejumlah keunggulan dibanding operasi konvensional. Risiko komplikasi lebih rendah, nyeri pascatindakan minimal, dan waktu pemulihan lebih singkat.

Irganisasi nonprofit Interventional Initiative menetapkan 16 Januari sebagai Hari Tanpa Pisau Bedah Nasional pada tahun 2005. Penetapan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pilihan pengobatan modern.

Peringatan ini biasanya diisi dengan kegiatan edukasi kesehatan, seminar medis, dan kampanye publik. Momen ini juga menjadi ajang apresiasi bagi tenaga medis di bidang radiologi intervensional.

Hari Tanpa Pisau Bedah Nasional membawa pesan global tentang pentingnya inovasi kedokteran. Peringatan ini mendorong masyarakat mengenal pilihan pengobatan yang lebih aman dan efektif.

Masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan medis yang lebih tepat, dengan meningkatnya kesadaran tersebut. Pendekatan berbasis pengetahuan dinilai berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Rekomendasi Berita