PBB Luncurkan Dana Rp38,8 Triliun untuk Ukraina
- by Wilda Arifati
- Editor Bayu Wardhana
- 15 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jenewa: Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) meluncurkan penggalangan dana sebesar $2,3 miliar (Rp38,8 triliun). Penggalangan dana tersebut bertujuan untuk mendukung operasi kemanusiaan di Ukraina pada tahun 2026, dilansir dari Anadolu, Kamis (15/1/2026).
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (13/1/2026) di Jenewa oleh juru bicara OCHA, Jens Laerke. Laerke mengatakan diperkirakan 10,8 juta orang di seluruh Ukraina akan membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun ini.
Jumlah tersebut termasuk mereka yang mengalami perpindahan internal dan warga yang terdampak konflik berkepanjangan. Bantuan difokuskan pada penyediaan makanan, layanan kesehatan, tempat tinggal, perlindungan bagi warga sipil, bantuan tunai, serta dukungan penting lainnya.
Tujuan penggalangan dana ini adalah untuk menjangkau 4,1 juta orang yang paling rentan di Ukraina. Laerke memperingatkan kondisi musim dingin yang ekstrem, termasuk gangguan pasokan listrik dan pemanas, telah menciptakan 'krisis di dalam krisis'.
Situasi tersebut mendorong komunitas rentan di Ukraina ke titik kritis. Daerah garis depan dan wilayah perbatasan utara menghadapi kebutuhan kemanusiaan tertinggi.
Hal tersebut dikarenakan intensitas penembakan meningkat, infrastruktur sipil rusak luas, dan layanan penting terganggu. Orang-orang yang tinggal di wilayah yang dikendalikan Rusia sebagian besar tetap terputus dari layanan dasar dan sistem perlindungan.
Selain itu, akses kemanusiaan ke wilayah tersebut tetap sangat terbatas. OCHA menekankan pentingnya dukungan internasional untuk Ukraina agar bantuan kemanusiaan dapat sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Penggalangan dana ini merupakan bagian dari Rencana Tanggap Kemanusiaan 2026. Rencana ini diharapkan dapat meringankan penderitaan warga sipil akibat perang yang sudah berlangsung hampir lima tahun.