Perseteruan Iran-Amerika Ancam Pasokan Energi Nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezashah menilai dampak Iran dan Amerika, dinilai berisiko terhadap ketahanan energi nasional. Ia mengatakan pembatasan ekspor atau memblokade Selat Hormuz, dapat meningkatkan biaya pengiriman.

Indonesia mengimpor minyak dari Iran, sehingga pembatasan ekspor dapat mengurangi pasokan dan menaikkan harga domestik bagi konsumen nasional. Ia menilai ketidakpastian geopolitik memperbesar risiko biaya logistik pengiriman bahan bakar menuju pelabuhan Indonesia utama di wilayah barat.

Ia mengingatkan dominasi Amerika terhadap negara produsen minyak berpotensi mempengaruhi stabilitas organisasi OPEC kawasan Timur Tengah. Tekanan geopolitik tersebut dapat merugikan Iran sekaligus meningkatkan kecemasan negara teluk terhadap arah kebijakan energi internasional.

"Banyak organisasi di Timur Tengah selama ini menjadikan Iran sebagai rujukan utama karena kemandirian politiknya. Tekanan berkepanjangan berpotensi mengurangi dukungan Iran terhadap kelompok Syiah di Lebanon dan Suriah," ujarnya dalam wawancara bersama RRI PRO 3, Kamis, 15 Desember 2026.

Selain itu, Pakar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Suzie Sudarman menilai perkembangan konstelasi politik mempengaruhi harga minyak global. Ia menegaskan apakah Iran bertindak semena-mena karena menguasai Venezuela, menimbulkan risiko bagi stabilitas energi.

“Amerika Serikat berupaya menguasai OPEC melalui Venezuela dan Saudi Arabia, menimbulkan dominasi semena-mena. Iran berpotensi membalas sekutu dengan serangan misil-misil, merugikan sekutu Arab dan mengganggu kekayaan akibat perang,” ujarnya.

Dengan demikian, dinamika geopolitik Iran dan Amerika tidak hanya soal perebutan pengaruh, tetapi menyangkut masa depan energi global. Negara pengimpor minyak perlu mencermati perkembangan ini, memperkuat diplomasi, dan menyiapkan strategi antisipasi demi menjaga ketahanan energi nasional. (Fatimah Azzahra)

Rekomendasi Berita