Negara-Negara Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran Segera
- by Wilda Arifati
- Editor Tegar
- 15 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Negara-negara Eropa mendesak warganya untuk meninggalkan Iran. Hal ini menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung.
Melansir dari Anadolu, Kamis 15 Januari 2026, Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol termasuk negara yang mengeluarkan imbauan bagi warga mereka. Sekitar 600 warga Italia saat ini berada di Iran, sebagian besar di Teheran.
Kementerian Luar Negeri Italia menegaskan pentingnya keselamatan warganya dan mengulangi seruannya agar segera meninggalkan negara tersebut. Kementerian Luar Negeri Polandia juga mengeluarkan peringatan melalui media sosial X.
Polandia menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran sama sekali. Pemerintah Jerman memperingatkan warganya agar menghindari perjalanan ke Iran dan mendesak yang sudah berada di Iran segera pergi.
Kedutaan Jerman di Teheran menyebut adanya risiko penangkapan sewenang-wenang. Spanyol turut mengimbau warganya untuk meninggalkan Iran sesegera mungkin.
Warga Spanyol disarankan menggunakan sarana transportasi yang tersedia untuk keluar dari negara itu. Kementerian Luar Negeri Spanyol menegaskan situasi di Iran sangat tidak stabil, dan kondisi ini juga berlaku untuk kawasan sekitarnya.
Protes di Iran dimulai pada 28 Desember lalu di Grand Bazaar Teheran. Demonstrasi dipicu oleh depresiasi tajam mata uang rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi.
Gelombang protes kemudian menyebar ke berbagai kota lain di negara itu, memicu kekhawatiran terkait keselamatan warga asing. Negara-negara Eropa mengeluarkan imbauan ini sebagai langkah pencegahan, menekankan bahwa keamanan warganya adalah prioritas utama.
Mereka juga melarang perjalanan ke Iran dan mendorong evakuasi bagi warga yang masih berada di negara tersebut. Pemerintah Eropa terus memantau situasi protes dan kondisi ekonomi yang memburuk di Iran sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan warganya.