IDI Kabgor Konsisten Dukung Program di Sektor Kesehatan

RRI.CO.ID, Gorontalo - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu organisasi profesi yang secara konsisten mendukung kebijakan dan program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dukungan tersebut dinilai penting dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan, khususnya di sektor kesehatan. Peran aktif organisasi profesi seperti IDI juga menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.



Sekretaris IDI Kabupaten Gorontalo, dr. Meliyana Panther, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai langkah konkret sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kerja sama tersebut difokuskan pada upaya penurunan angka stunting melalui program orang tua asuh bagi anak yang berisiko stunting.


"IDI Kabupaten Gorontalo selalu mendukung kebijakan maupun program pemerintah di bidang ke kesehatan. Misalnya untuk penanganan stunting, itu kami bekerja sama dengan BKKBN untuk program orang tua asuh," aku Meliyana, Senin 19 Januari 2026.


Selain program penanganan stunting, IDI Kabupaten Gorontalo juga mengambil peran dalam menyukseskan program cek kesehatan gratis. Program ini merupakan salah satu prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. IDI mendorong keterlibatan aktif para dokter di Gorontalo agar program tersebut dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat secara luas.


"Untuk kegiatan CKG, kami selalu siap dengan dokter-dokter baik di puskesmas maupun di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya," tuturnya.


Tak hanya terlibat dalam pelaksanaan program, IDI Kabupaten Gorontalo juga aktif menyampaikan masukan dan saran kepada pemerintah daerah. Masukan tersebut terutama berkaitan dengan pemerataan tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. IDI menilai masih terdapat tantangan serius dalam distribusi tenaga medis, khususnya dokter, di wilayah terpencil.


Menurut dr. Meliyana, pemerataan tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketersediaan dokter yang merata akan berdampak langsung pada efektivitas layanan kesehatan di daerah. Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan juga diharapkan menjadi perhatian pemerintah guna menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan berkeadilan.


"Saran kami agar tantangan ini menjadi perhatian pemerintah ke depan," tandas Meliyana.


Rekomendasi Berita