Gorontalo Inflasi Y to Y Sebesar 2,52 Persen
- by Pemprov Gorontalo : Rosyid Ashar
- Editor Budi Akantu
- 5 Jan 2026
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Pada bulan Desember 2025 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,52 persen. Angka ini disumbangkan dari dua daerah, Kota Gorontalo sebesar 2,50 persen dan Kabupaten Gorontalo sebesar 2,54 persen.
“Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada tujuh kelompok pengeluaran,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Senin (5/1/2026).
Dwi Alwi Astuti merinci naiknya indeks tujuh kelompok pengeluaran ini adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,98 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,38 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,52 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,03 persen; kelompok transportasi sebesar 1,56 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,61 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,42 persen.
Sementara itu empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,97 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,58 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,40 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen.
Secara month to month (m-to-m) pada November 2025 terjadi deflasi sebesar 0,88 persen dan secara year to date (y-to-d) inflasi sebesar 2,52 persen.
Dwi Alwi Astuti menjelaskan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025 antara lain emas perhiasan, bawang merah, beras, ikan cakalang/ikan sisik, ikan layang/ikan benggol, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, nasi dengan lauk, kopi bubuk, dan telur ayam ras. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tomat, sabun detergen bubuk, telepon seluler, cumi-cumi, terong, kangkung, ikan tuna, bawang putih, minyak goreng, dan kemiri. Komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan inflasi m-to-m pada Desember 2025, antara lain: bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, cumicumi, nasi dengan lauk, kangkung, ikan tuna, dan makanan hewan peliharaan. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi m-to-m, antara lain tomat, beras, ikan layang/ ikan benggol, terong, ikan selar/ ikan tude, angkutan udara, daun bawang, jeruk nipis/ limau, ketimun, dan sabun detergen bubuk.
Di bulan Desember 2025 kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi y-on-y yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,56 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,67 persen; kelompok transportasi sebesar 0,17 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen; dan kelompok kesehatan mendekati 0 persen. Sementara itu, kelompok yang memberikan andil/ sumbangan deflasi y-on-y yaitu; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen. (mcgorontaloprov)