RRI.CO.ID, Entikong - Masalah bau mulut kerap menurunkan rasa percaya diri dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang rajin menyikat gigi, tetapi bau mulut tetap muncul. Kondisi ini menandakan bahwa membersihkan gigi saja tidak cukup tanpa cara yang tepat dan menyeluruh.
Langkah utama menjaga mulut tetap segar adalah menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik benar. Sikat gigi sebaiknya digerakkan dari arah gusi ke ujung gigi secara perlahan, bukan menyamping terlalu keras. Cara ini membantu mengangkat sisa makanan dan plak tanpa melukai gusi.
Selain gigi, lidah sering menjadi sumber bau mulut yang terabaikan. Bakteri mudah menumpuk di permukaan lidah dan menghasilkan aroma tidak sedap. Membersihkan lidah menggunakan pembersih khusus atau bagian belakang sikat gigi dapat membantu mengurangi bau mulut secara signifikan.
Penggunaan benang gigi (dental floss) juga sangat penting. Sisa makanan yang terselip di sela gigi tidak selalu terjangkau oleh sikat. Jika dibiarkan, sisa makanan ini akan membusuk dan menjadi penyebab utama bau mulut.
Menjaga kelembapan mulut tak kalah penting. Mulut kering memicu berkembangnya bakteri penyebab bau. Minum air putih yang cukup membantu membersihkan rongga mulut secara alami dan menjaga produksi air liur tetap optimal.
Pemilihan pasta gigi dan obat kumur juga berpengaruh. Gunakan produk yang mengandung bahan antibakteri dan fluoride. Obat kumur dapat membantu menjangkau area yang sulit dibersihkan, namun sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti sikat gigi.
Pola makan turut memengaruhi aroma mulut. Mengurangi konsumsi makanan berbau tajam dan memperbanyak buah serta sayuran dapat membantu menjaga kesegaran napas. Selain itu, kebiasaan merokok sebaiknya dihindari karena dapat memperparah bau mulut.
Membersihkan gigi secara benar bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kesehatan. Dengan perawatan rutin dan menyeluruh, bau mulut dapat dicegah. Mulut yang bersih akan meningkatkan rasa percaya diri dan membuat komunikasi lebih nyaman.