Minggu Malam, 40 RT di Jakarta Masih Terendam

RRI.CO.ID, Jakarta - Hingga Minggu malam, 18 Januari 2026, banjir masih merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Berdasarkan Update Info Terkini Genangan, per pukul 21.00 WIB ini, BPBD DKI mencatat sebanyak 40 RT dan 12 ruas jalan masih tergenang.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu siang menjadi penyebab utama genangan. Hal tersebut diperparah oleh luapan sejumlah aliran sungai dan fenomena rob di wilayah pesisir.

Di Jakarta Barat, banjir masih terjadi di 22 RT. Tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kamal, dan Tegal Alur.

Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter. Penyebab utama curah hujan tinggi serta luapan Kali Pesing dan Kali Semongol.

Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 11 RT tergenang, meliputi Kelurahan Rawa Terate, Cawang, dan Bidara Cina. Ketinggian air di wilayah ini tergolong tinggi, mencapai 60 hingga 80 sentimeter, terutama akibat luapan Kali Ciliwung.

Di Jakarta Utara, genangan masih terjadi di 4 RT yang berada di Kelurahan Pademangan Barat, Tanjung Priok, dan Kapuk Muara. Selain hujan deras, banjir di Kapuk Muara juga dipicu oleh rob.

Adapun Jakarta Selatan mencatat 3 RT tergenang di Kelurahan Cipete Utara akibat luapan Kali Krukut. BPBD DKI Jakarta juga melaporkan adanya warga yang harus mengungsi.

Di Jakarta Barat, pengungsi di Kelurahan Tegal Alur, Kedaung Kali Angke, dan Kamal dengan total puluhan kepala keluarga menempati masjid, musala, dan RPTRA. Sementara di Jakarta Timur, sebanyak 35 KK atau 150 jiwa dari Kelurahan Rawa Terate mengungsi sementara di lapangan dan masjid setempat.

Selain permukiman, banjir juga merendam 12 ruas jalan di Jakarta Utara dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter. Di antaranya Jalan Karang Bolong Raya, Jalan Kampung Sepatan, Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading, hingga akses menuju Pelabuhan Nizam Zachman.

Meski demikian, BPBD mencatat puluhan ruas jalan lainnya telah dinyatakan surut. BPBD DKI Jakarta menyatakan terus mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan.

BPBD DKI mengoordinasikan penanganan ini bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan air, pengecekan saluran, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan kedaruratan 112 yang beroperasi 24 jam.

Rekomendasi Berita