Dikala Indonesia Pernah Menaklukkan Dolar di Level Rp6.000

RRI.CO.ID, Bengkalis - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kerap menjadi sorotan publik karena pengaruhnya yang besar terhadap perekonomian nasional. Namun, tidak banyak yang mengingat bahwa Indonesia pernah berada pada masa ketika nilai tukar rupiah begitu perkasa, bahkan mampu “menaklukkan” dolar AS di kisaran Rp6.000 per dolar.

Dikutip dari Wikipedia, momen tersebut terjadi pada awal hingga pertengahan dekade 2010-an, tepatnya sekitar tahun 2011–2012. Pada periode itu, rupiah sempat menguat hingga berada di level Rp8.500–Rp9.000 per dolar AS, dan dalam beberapa catatan sejarah ekonomi, sebelum krisis moneter Asia 1997–1998, rupiah bahkan pernah berada di kisaran Rp2.000–Rp6.000 per dolar AS.

Penguatan rupiah kala itu tidak terjadi tanpa sebab. Stabilitas politik, arus modal asing yang deras, serta kondisi ekonomi global yang relatif kondusif menjadi faktor utama. Indonesia dinilai sebagai salah satu negara berkembang dengan fundamental ekonomi yang cukup kuat, sehingga menarik minat investor asing.

Selain itu, cadangan devisa negara berada dalam kondisi aman, inflasi terkendali, dan pertumbuhan ekonomi nasional relatif stabil. Bank Indonesia juga memainkan peran penting melalui kebijakan moneter yang menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, kejayaan rupiah tersebut tidak berlangsung lama. Tekanan global, seperti krisis keuangan internasional, kebijakan pengetatan moneter Amerika Serikat, serta meningkatnya impor dan defisit transaksi berjalan, perlahan melemahkan posisi rupiah. Puncaknya, nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bergerak jauh dari level kejayaannya di masa lalu.

Kini, ketika nilai tukar rupiah kerap berada di atas Rp15.000 per dolar AS, nostalgia masa ketika Indonesia pernah “menaklukkan” dolar menjadi pengingat penting bahwa kekuatan mata uang sangat bergantung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan pasar, serta kebijakan yang konsisten.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pelajaran berharga menjaga fundamental ekonomi nasional merupakan kunci utama agar rupiah kembali kuat dan mampu menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Rekomendasi Berita