Hanoi Terapkan Kamera AI Awasi Ketertiban Kota
- by Meta Fajar Wallinda
- Editor Nurul Mahfud
- 17 Jan 2026
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Kota Hanoi, Vietnam, mulai menerapkan sistem kamera berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menindak pelanggaran ketertiban kota dan kebersihan lingkungan. Sistem ini resmi diberlakukan pada 14–15 Januari 2026, menandai langkah baru dalam pengelolaan perkotaan yang lebih modern, transparan, dan minim interaksi langsung di lapangan.
Melalui sistem ini, gambar pelanggaran yang terekam kamera AI dikirim secara real time dari Pusat Informasi Komando Kepolisian Hanoi ke satuan kepolisian tingkat komune dan kelurahan untuk diverifikasi serta diproses penindakannya. Kepala Departemen Kepolisian Administratif untuk Ketertiban Sosial, Letnan Kolonel Nguyen Thanh Lam, menyatakan bahwa pendekatan ini meningkatkan efek jera sekaligus mengatasi persoalan klasik, yakni pelanggaran yang kembali muncul setelah petugas meninggalkan lokasi.
Sebelumnya, Komite Rakyat Kota Hanoi telah menerbitkan rencana penataan kota pada 10 Desember 2025 yang membawa perbaikan awal. Namun, pelanggaran seperti penggunaan trotoar dan badan jalan untuk berdagang atau parkir ilegal masih sering ditemukan di sejumlah titik. Karena itu, aparat menilai dibutuhkan solusi yang lebih efektif, terintegrasi, dan transparan dibandingkan inspeksi konvensional.
Sistem kamera AI sendiri mulai dioperasikan sejak 13 Desember 2025, dengan pemasangan 1.837 kamera di 25 ruas jalan dan 195 persimpangan utama. Awalnya difokuskan pada lalu lintas, teknologi ini terbukti membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Kini, cakupannya diperluas untuk menertibkan pelanggaran ketertiban kota dan sanitasi lingkungan, didukung payung hukum sanksi administratif berbasis rekaman kamera yang diterbitkan pada 13 Januari.
Berbagai pelanggaran dapat direkam sistem ini, mulai dari pedagang kaki lima ilegal, pemasangan papan iklan dan kanopi tanpa izin, parkir dan berhenti sembarangan, hingga membuang sampah dan pembuangan limbah cair secara ilegal. Dalam dua hari pertama penerapan, polisi memproses 48 kasus dengan total denda lebih dari 58 juta dong. Lima kasus terdeteksi langsung oleh kamera AI, sementara sisanya berasal dari laporan instansi, organisasi, dan masyarakat.
Pihak kepolisian menilai penggunaan bukti visual objektif dari kamera AI mampu mengurangi sengketa, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendukung terciptanya lingkungan kota Hanoi yang lebih tertib, bersih, dan beradab. Kebijakan ini juga sejalan dengan tren global pemanfaatan teknologi cerdas untuk tata kelola kota (smart city) yang berkelanjutan.