Hari Antikorupsi Sedunia, Inspektorat Soroti Tantangan Integritas Daerah
- by Muhammad Luqmanul
- Editor Muhammad Aulia Rahman
- 9 Des 2025
- Banjarmasin
KBRN, Kotabaru: Momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas di lingkungan pemerintah daerah. Inspektur Kabupaten Kotabaru, Ahmad Fitriadi, menilai masih ada sejumlah tantangan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Fitriadi mengatakan salah satu tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dalam penerapan nilai integritas. Ia menyebut pakta integritas yang ditandatangani setiap awal tahun anggaran menjadi cara memastikan komitmen tersebut berjalan.
“Tantangan pertama adalah konsistensi dan implementasi, bagaimana komitmen integritas tidak hanya diucapkan tetapi benar-benar dijalankan dari pimpinan hingga pelaksana,” ujarnya.
Ia menyebut tantangan lain muncul dari kebiasaan yang masih menganggap wajar praktik yang mengarah pada korupsi. Selain itu, rendahnya kesadaran terhadap bahaya maladministrasi di tingkat desa juga menjadi catatan.
“Karena itulah kami membuat desa-desa percontohan antimaladministrasi, sehingga nanti bisa diterapkan di 198 desa di seluruh kecamatan,” ucapnya.
Adaptasi teknologi juga menjadi kebutuhan penting agar ASN mampu bekerja lebih transparan dan efisien. Menurutnya, langkah ini dapat menutup celah korupsi dalam proses layanan dan administrasi.
“ASN harus mampu beradaptasi dengan teknologi dan memakai sistem e-government secara optimal agar celah korupsi bisa dipangkas,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi pengawasan dengan berbagai lembaga. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih.
“Kami memperkuat kolaborasi dengan lembaga pengawas eksternal maupun internal, seperti BPK, BPKP, Kepolisian, Kejaksaan, hingga KPK untuk mendorong tata kelola yang bebas dari KKN,” ujarnya.
Dalam momentum Hakordia ini, ia mengajak ASN untuk menjadikan integritas sebagai pedoman dalam setiap keputusan. Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui kanal pelaporan yang semakin mudah diakses.
“Kami ajak masyarakat menjadi mata dan telinga pengawasan lewat kanal pelaporan yang sekarang terbuka lebar,” katanya.