Inovasi Telur Asin Tabur Perluas Pasar UMKM En-Dhog
- by Kurniawan Aditya C.
- Editor Yedi Yulistiadi
- 12 Jan 2026
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Inovasi produk menjadi strategi utama Rumah Produksi Telur Asin En-Dhog dalam menjaga keberlanjutan usaha. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah produk telur asin tabur, yang menyasar segmen pasar baru.
"Inovasi telur asin tabur berawal dari evaluasi terhadap telur asin yang tidak lolos sortir. Daripada menjadi limbah, kami olah kembali menjadi produk tabur yang praktis dan bernilai jual,” kata Owner UMKM En-Dhog, Maryam Khusnul Khotimah, S.Pt, dalam siaran dialog UMKM Bicara RRI Pro 1 Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Maryam menjelaskan telur asin tabur hadir dalam beberapa varian rasa dan mendapat respons positif dari konsumen, terutama kalangan muda. Produk ini dinilai lebih fleksibel karena dapat digunakan sebagai pelengkap berbagai jenis makanan.
Inovasi tersebut sekaligus membuka segmen pasar baru bagi En-Dhog, khususnya pasar oleh-oleh dan kuliner modern. Menurut Maryam, diversifikasi produk menjadi langkah penting agar UMKM tidak bergantung pada satu jenis produk saja.
"Selain aspek bisnis, En-Dhog juga membawa dampak sosial dengan memberdayakan tenaga kerja lokal, yang mayoritas adalah perempuan, sehingga usaha ini juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi keluarga," ujarnya.
Maryam menegaskan bahwa keseimbangan antara keuntungan usaha dan tanggung jawab sosial menjadi prinsip utama En-Dhog. Ia berharap inovasi yang dilakukan dapat menginspirasi UMKM lain untuk terus berkembang tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.